Wow! Ternyata Ketakutan Bisa Dihapus dari Otak!
Peristiwa yang semula hanya terjadi di film "Eternal Sunshine of the Spotless Mind" ataupun drama Korea "Circle" kini bisa menjadi kenyataan.
Editor: Galih Pangestu Jati
Namun, ikatan sel saraf pada jalur sinyal yang membawa sinyal suara bernada tinggi ternyata tetap kuat. Ini berarti rasa takut itu sebenarnya tetap ada.
Hilangnya ekspresi ketakutan itu disebut "fear extinction".
Meski istilahnya demikian, rasa takut itu tetap bisa muncul kembali suatu waktu.
Dalam eksperimen selanjutnya, peneliti melakukan teknik optogenetika.
Caranya, menyisipkan gen pada sel saraf yang berada pada jalur sinyal nada tinggi.
Ketika berada di dalam sel, gen mampu merespon cahaya.
Itu memudahkan ilmuwan mendeteksi perubahan aktivitas sel saraf.
Ketika tikus diekspos ulang pada suara bernada tinggi, ikatan pada jalur sinyal nada tinggi tetap lemah. Itu menunjukkan ketakutan benar-benar hilang.
Mengharukan! Demi Istri dan Penduduk Desanya, Pria Lumpuh Ini Potong Tebing Jadi Jalan!
"Ini benar-benar bisa menghapus ingatan. Kami tak melihat kembalinya rasa takut," ungkap Cho seperti dikutip The Guardian, Kamis (17/8/2017).
Menanggapi riset itu, Peter Giese, profesor neurologi di King's College London, mengungkapkan bahwa masih terlalu dini untuk menerapkan hasil riset itu pada manusia.
Aplikasi optpgenetika sekarang tidak beretika.
"Bagaimana kita bisa menerapkan pada manusia, itu masih belum jelas bagi saya," katanya.
Meski demikian, ia mengatakan, hasil riset merupakan kemajuan dalam memahami "fear extinction" dan pentingnya kekuatan ikatan sel saraf dalam membangun ingatan.
Untuk mengaplikasikan penghapusan memori, perlu juga dipikirkan dampaknya. Apakah mungkin manusia hidup normal jika sejumlah kenangan hilang?
Masalah juga muncul karena sejumlah riset mengungkap bahwa amygdala ternyata bukan pusat rasa takut. (Kompas.com/Yunanto Wiji Utomo)
Berita ini telah diterbitkan Kompas.com dengan judul "Ketakutan Cuma Produk Otak, Kita Bisa Menghapusnya jika Mau"