Apakah Anda Memang Benar-Benar Jatuh Cinta?
Momen jatuh cinta merupakan perasaan yang pernah dimiliki oleh semua orang.
Penulis: Galih Pangestu Jati
Editor: Galih Pangestu Jati
TRIBUNWOW.COM - Momen jatuh cinta merupakan perasaan yang pernah dimiliki oleh semua orang.
Namun, di antara bunga-bunga perasaan yang dirasakan, terkadang terselip ragu dalam hati.
Biasanya seseorang akan mendapat keraguan, apakah ia memang benar-benar jatuh cinta oleh orang tersebut atau hanya kagum saja.
Menghilang Beberapa Hari, Sang Istri Malah Temukan Suaminya sedang Asyik Bersama Wanita Lain!
Dilansir dari Psychology Today, sebelum Anda yakin tentang perasaan Anda, ada baiknya Anda memperhatikan beberapa hal.
1. Apakah Anda tiba-tiba melakukan hal baru?
Ketika merasakan jatuh cinta, biasanya seseorang akan melakukan hal di luar kebiasaan mereka.
Mungkin mereka akan menonton film dengan genre baru, membakan makanan baru, atau yang lainnya.
2. Apakah Anda merasa tertekan?
Jatuh cinta dapat menyebabkan hormon kortisol menjadi tinggi.
Jika Anda merasa cemas, tegang, atau gelisah, munkin merupakan respons normal dari jatuh cinta.
3. Apakah Anda ingin selalu bersama orang tersebut?
Transisi dari hubungan kasual dengan jatuh cinta mungkin memiliki dasar kimia: Bukti menunjukkan bahwa daerah otak kaya dopamin terlibat dalam tahap awal cinta (Fisher, Aron, & Brown, 2005).
Daerah ini dianggap sebagai bagian dari "sistem penghargaan" otak dan berfungsi untuk memotivasi.
Begitu pasangan "jatuh cinta" untuk sementara waktu, intensitas emosi ini cenderung menurun dan area otak yang berbeda, yang berpotensi saling terkait erat dengan keterikatan, menjadi lebih aktif.