Breaking News:

'Sekali Penipu Tetaplah Penipu', Ternyata Kalimat Itu Bisa Dibuktikan Kebenarannya!

Sebuah penelitian baru yang dipublikasikan menjelaskan mengapa pepatah lama 'sekali penipu, tetaplah penipu'

Editor: Maya Nirmala Tyas Lalita
dailymail.co.uk
Ilustrasi 

TRIBUNWOW.COM – Sebuah penelitian baru yang dipublikasikan di di jurnal Nature Neuroscience mungkin bisa menjelaskan mengapa pepatah lama 'sekali penipu, tetaplah penipu' memiliki beberapa kebenaran di dalamnya.

Penelitian ini menguatkan penelitian sebelumnya.

Seperti yang dipublikasikan di jurnal Archives of Sexual Behaviour, peneliti menemukan bahwa pasangan yang sebelumnya tidak setia dua kali lebih mungkin untuk berbohong lagi.

Responden penelitian tersebut sebanyak 484 pasangan.

Sebuah Video Tunjukkan Sulitnya Astronaut Minum di Stasiun Luar Angkasa

Mereka ditelusuri dalam hal hubungan dengan pasangannya serta relasi seksual mereka dengan orang lain selain pasangan mereka.

Hasilnya menunjukkan bahwa mereka yang menipu pada hubungan pertama mereka, tiga kali lebih mungkin untuk menipu dalam hubungan mereka selanjutnya dibandingkan dengan mereka yang tetap setia.

Juga ditemukan bahwa kecurigaan akan berbohong lagi semakin memburuk seiring berjalannya waktu.

Langka! Seorang Wanita Terlahir Tanpa Vagina, Ternyata Ini yang Dulu Terjadi Padanya

Mereka yang telah diketahui menipu di masa lalu empat kali lebih besar kemungkinannya untuk menuduh pasangannya menipu, terlepas dari apakah mereka pernah menipu atau tidak.

Penelitian soal kesetiaan terhadap pasangan juga dilakukan pada generasi milenium yang berusia 20-an hingga 30-an.

Hasilnya, ada dua alasan utama mengapa generasi milenium cenderung menipu dan itu semua dilakukan dengan kebebasan dan saling ketergantungan.

Sebagian besar dari mereka yang ditanyai - 73 persen - memilih saling ketergantungan sebagai alasan mereka untuk berbohong: mencoba orang lain untuk melihat apakah mereka dapat memuaskan apa yang kurang dalam hubungan mereka saat ini.

Sementara itu, sekitar 20 persen orang merasa kebutuhan mereka untuk bebas memotivasi pengkhianatan mereka, menurut penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Sex Research.

Alasan lain untuk melakukan ketidaksetiaan termasuk mengkonsumsi alkohol dan mencari sensasi.

Sumber: Intisari
Halaman 1/2
Tags:
Nature NeuroscienceUniversity of TennesseeTribunWow.com
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved