Breaking News:

Jawaban Jokowi soal Wacana 5 Hari Sekolah yang Gegerkan Dunia Pendidikan

Jokowi mengunggah sebuah status di laman Facebooknya soal wacana lima hari sekolah atau full day school

Penulis: Fachri Sakti Nugroho
Editor: Maya Nirmala Tyas Lalita
KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO
Presiden Joko Widodo memberikan pidato kenegaraan pada sidang tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Tahun 2016 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (16/8/2016). 

TRIBUNWOW.COM - Presiden Joko Widodo mengunggah sebuah status di laman Facebooknya soal wacana lima hari sekolah atau full day school, Senin (14/8/2017).

Dalam status Facebook tersebut, Jokowi meminta kepada masyarakat supaya tak perlu merisaukan soal wacana tersebut.

Jokowi mengingatkan, bagi yang selama ini menjalani pendidikan sekolah selama enam hari untuk tetap melanjutkan program enam hari sekolah sebagaimana mestinya.

Penyebab Istri Bos First Travel Menangis Terus di Tahanan Bikin Merinding

Begitu pula bagi yang ingin menerapkan lima hari sekolah.

Jokowi mempersilahkan diselenggarakannya lima hari sekolah, selama berbagai pihak mendukung, serta masyarakat dan ulama juga mengizinkan.

"Tak perlu risau soal wacana lima hari sekolah (full day school).
Yang selama ini bersekolah enam hari dalam seminggu, silakan lanjutkan.
Tidak perlu berubah sampai lima hari.
Begitu juga yang sudah menerapkan lima hari sekolah. Kalau memang diinginkan oleh semua pihak, diinginkan masyarakat dan ulama, ya silakan.
Untuk kedua kalinya saya tegaskan..." Tulis Jokowi.

Sebelum Meninggal Dunia, Saksi Kunci E-KTP Johannes Marliem Curhatkan Keselamatan Nyawanya

Dalam unggahan tersebut, Jokowi juga mencantumkan foto empat anak kecil yang berseragam Sekolah Dasar (SD).

Mereka tampak melambaikan tangan dan melebarkan senyumnya dalam foto tersebut.

Unggahan ini telah di share sebanyak 3,728 kali dan mendapat 26 ribu likes dari netizen.

Sementara itu, kolom komentar unggahan tersebut juga dipenuhi curhatan dari netizen soal permasalahan pendidikan yang dirasakan oleh masyarakat secara langsung.

Aminudin Arsenal, "maaf pak presiden, di tingkat daerah ataupun sekolah, bisa saja salah dalam memahami atau mengimplementasikan kebijakan pusat. munculnya penolakan barangkali karena pemangku kebijakan terutama di tingkat daerah/sekolah dalam menerapkan FDS tidak melibatkan unsur masyarakat (selain orangtua/walisiswa). sehingga, wajar ketika pada akhirnya kebijakan tingkat sekolah diterapkan ada pihak-pihak yang merasa dirugikan. dan bagi sebagian masyarakat yang menolak, mungkin tidak akan menuduh sekolahnya, tetapi sebagai kebijakan pusat... (ataupun menjadi salah satu alibi dari sekolah yang menerapkannya).
wallohu a'lam bishshowaab.
terima kasih."

Sarjan Zamzam, "udahlah pak,jngn buat aturan yg g g,,jngn paksakn rakyat dngn hal2 yg g prlu,, dr dulu.skolah itu senin sp sabtu,bnyk kok yg pinter."

Christiana Eva Pertiwi, "Kurikulum skul tiap thn berubah n nilai kkm naik trs, kasihan anak2 pergi pagi pulang mlm ky pergi k kantor, mesti ny lbh byk praktek ny dr pd belajar teori trs, tlg d pertimbanganjan pak presiden tks."

Halaman
12
Sumber: TribunWow.com
Tags:
Presiden Joko Widodo (Jokowi)FacebookTribunWow.com
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved