Breaking News:

Sudah Minta Maaf Karena Samakan PDI dengan PKI, Proses Hukum Waketum Gerindra Tetap Dilanjutkan!

Meski Arief sudah menyampaikan pernyataan maafnya kepada seluruh jajaran PDI Perjuangan, proses hukum tetap dilanjutkan.

Penulis: Natalia Bulan Retno Palupi
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
Kompas.com/Tribunnews.com
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono. 

TRIBUNWOW.COM - Beberapa waktu yang lalu Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono bikin geger pemberitaan lantaran menyamakan Partai PDI Perjuangan dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Parta Komunis Indonesia (PKI).

Hal ini ia ungkapkan saat ia menanggapi ucapan Sekjen PDI-P Hasto Kristianto yang mengkritik Prabowo Subianto dan sejumlah tokoh yang menolak penetapan presidental trheshold (PT) 20 sampai 25 persen pada Senin (31/7/2017).

Melansir dari Tribun Jabar, ia berpendapat bahwa UU Pemilu dengan PT 20 persen tersebut bukan hanya lelucon politik dan menipu rakyat.

Muda dan Cantik, 7 Foto Seksi Ranty Maria Ini Membuatnya Tampak Lebih Dewasa, Nomor 3 Bikin Melotot

"Tetapi yang menyetujui UU Pemilu tersebut kurang waras dan melanggar Hak konstitusi para pemilih pemula dan menganggap rakyat bodoh hanya demi memulai sebuah rencana kecurangan dalam Pemilu 2019,” tegasnya.

Ia menjelaskan maksud kata tidak waraas, bahwa pihak yang menyetujui UU Pemilu 2019 dengan PT 20 persen di mana Pileg dan Pilpres 2019 diselenggarakan bersamaan dan Capres maju dengan syarat PT 20 persen.

"Jika yang dijadikan dasar PT 20 persen adalah hasil perolehan suara dan kursi di DPR RI Pemilu 2014. Artinya, pemilih pemula pada Pemilu 2019 dan Pilpres 2019, kehilangan hak konstitusinya mengusung seseorang Calon Presiden," kata Arief.

Ibu Kandung Siksa Bayinya, Alasannya Tak Masuk Akal hingga Sebut Hanya Skenario

"Karena mereka pada tahun 2014 belum bisa memberikan suaranya sebagai dasar PT 20 persen untuk mengusung capres-cawapres pada Pemilu 2019," tambahnya.

Arief menuding, Presiden Jokowi dan PDI Perjuangan bersama pendukungnya (parpol pendukung pemerintah) membohongi masyarakat.

"Dan kurang sampai otaknya mikir tentang sebuah arti Hak Konstitusi warga negara dalam negara yang berdemokrasi. Jadi, wajar saja kalau PDIP sering disamakan dengan PKI, habis sering buat lawak politik dan nipu rakyat sih," katanya.

Pria Usil Ini Ketahuan Potret Bagian Tubuh Wanita dalam Kereta, yang Terjadi Selanjutnya. . .

Mengetahui pernyataannya tersebut blunder, Arief pun meminta maaf melalui sebuah surat.

Melansir dari Tribunnews, melalui sebuah surat yang ditandatangani di atas materai Rp 6 ribu, Arief meminta maaf kepada Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri dan seluruh kader PDI Perjuangan.

Surat tersebut tertanggal pada Selasa (1/8/2017).

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/3
Tags:
Partai GerindraPDI PerjuanganArief PoyuonoMegawati SoekarnoputriJoko Widodo
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved