Breaking News:

Terselip Kisah Unik di Sumba, Jokowi Awalnya Risih dan Sempat Ingin Menolak

Kesan yang sulit dilupakan oleh Presiden Jokowi adalah hal ini yang dilakukan masyarakat Sumba Barat Daya dan masyarakat Pulau Sumba pada umumnya.

Editor: Rimawan Prasetiyo
Dokumen Marius Ardu Jelamu via Kompas.com
Presiden Joko Widodo saat menunggangi kuda Sandelwood di Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (12/7/2017). 

Pater Robert menjelaskan, ada sejumlah alasan ciuman hidung lebih terhormat, yakni sebagai simbol saling memberi napas kehidupan.

Kunjungan di Sumba, Jokowi Berpenampilan Tak Biasa dan Sempatkan Naik Kuda!

Artinya napas yang diterima semua manusia berasal dari pencipta yang sama.

Selain itu, makna dari ciuman hidung itu sebagai simbol saling membaui.

“Hidung itu kan saling membaui. Membaui dalam arti bahwa saya ingin merasakan duka deritamu dan lain sebagainya,” ujarnya.

“Pada saat orang berduka dan saya cium hidung, itu berarti kita sama-sama larut dalam penderitaan anda. Pada saat anda sukses saya cium anda berarti saya juga gembira bersama anda. Ini kan memberi napas dan spirit,” tutupnya. (Kontributor Kompas.com Kupang, Sigiranus Marutho Bere)

Berita ini sebelumnya telah dipublikasikan Kompas.com dengan judul: Siapa yang Berani "Cium Hidung" dengan Jokowi?

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/3
Tags:
Presiden JokowiSumbawaParade 1001 Kuda Sandelwood dan Festival Tenun Ika
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved