Breaking News:

Kabar Rumah Dodi Triyono Korban Perampokan Sadis Pulomas, No 3 Alasan Kenapa Belum Terjual  

Dodi Triono jadi korban perampokan sadis di kediamannya di Jalan Pulomas Utara No 7A, Kayu Putih, Pulogadung, Jakarta Timur pada Desember 2016 lalu.

Penulis: Dhika Intan Nurrofi Atmaja
Editor: Dhika Intan Nurrofi Atmaja
Tribunnews.com/Rizal Bomantana
Kediaman almarhum Dodi Triono, arsitek korban pembunuhan keji bulan Desember 2016 lalu di kawasan Jalan Pulomas Utara, Kayu Putih, Pulogadung, Jakarta Timur kini dijual. 

TRIBUNWOW.COM - Dodi Triyono jadi korban perampokan sadis di kediamannya yang terletak di Jalan Pulomas Utara No 7A, Kayu Putih, Pulogadung, Jakarta Timur.

Peristiwa itu terjadi pada Desember 2016 lalu.

Pria yang berprofesi sebagai arsitek itu disekap dalam kamar mandi seluas 2,5 meter persegi oleh kawanan perampok.

Ia bahkan disekap bersama sepuluh orang lain termasuk anak-anaknya.

Enam orang dalam ruangan tersebut kemudian meninggal dunia.

Kronologi Perampokan di Rumah Zaskia Adya Mecca dan Momen-momen Mencurigakan Sebelumnya

Hal ini lantaran mereka kehabisan oksigen.

Kejadian nahas yang menewaskan Dodi tak pelak membuat keluarganya trauma.

Pihak keluarga lantas memutuskan untuk pergi dari rumah tempat terjadinya perampokan tersebut.

Selang beberapa bulan setelah kejadian, bangunan yang jadi saksi bisu kejadian tragis tersebut lantas dijual.

Lebih lanjut, dirangkum Tribunwow.com, berikut fakta lengkap tentang kejadian tersebut:

Setelah Ada Perampokan di Rumah Kiai, Terjadi Hal Aneh Ini dan Baru Pertama Kali di Malang

1. Anak Dodi masih menyimpan kenangan di rumah Pulomas

Hampir tiga bulan berselang, rasa duka tampaknya masih menyelimuti keluarga Dodi.

Hal tersebut juga dirasakan oleh Zanette Kalila.

Zanette merupakan anak Dodi yang juga menyaksikan peristiwa berdarah tersebut.

Meski begitu, ia berhasil selamat dari kawanan perampok.

Ternyata Korban Perampokan Sadis di Daan Mogot adalah Sosok Tak Terduga Ini

Pertengahan Maret 2017 lalu Zanette mengekspresikan kesedihannya.

Lewat Instagram Story, bocak perempuan tersebut mengunggah potret rumah yang pernah ditinggalinya bersama keluarga tersebut.

Rumah almarhum Dodi Triono, korban perampokan dan pembunuhan sadis di Pulomas dijual.
Rumah almarhum Dodi Triono, korban perampokan dan pembunuhan sadis di Pulomas dijual. (Instagram)

Ia memperlihatkan spanduk bertuliskan "Dijual" yang terpampang di gerbang depan rumah tersebut.

Dalam unggahan tersebut Zanette kemudian menuliskan kata-kata yang mengguras hati.

"Byee :(((" tulis Zanette disertai emoji wajah sedih.

Kronologi Anggota Kopaska Tembak Mati Pembobol Rumahnya dari Balkon Lantai Dua

2. Meski sepi, rumah di Pulomas sering dibersihkan

Rumah mewah milik Dodi tersebut sudah dipasangi spanduk yang menyatakan dijual.

Sebagaimana dikutip dari Tribunnews, hingga saat ini tak tampak ada aktivitas yang berarti di rumah bergaya minimalis tersebut.

Beberapa peralatan eketronik seperti CCTV dan lampu LED bahkan dibiarkan masih tetap terpasang.

Kondisi rumah yang sepi juga dibenarkan oleh petugas keamanan setempat.

Tersangka Pembantai Satu Keluarga di Medan Ternyata Punya Catatan Kejahatan yang Mengejutkan

Meski begitu, dikatakannya, rumah mewah tersebut masih sering dibersihkan oleh pihak keluarga.

Di rumah mewah bergaya minimalis itu, pihak kepolisian mencoba untuk membersihkan barang-barang.
Di rumah mewah bergaya minimalis itu, pihak kepolisian mencoba untuk membersihkan barang-barang. (instagram)

"Ya sejak peristiwa itu tidak pernah ditempati. Paling hanya sebulan sekali dibersihkan ramai-ramai, terakhir menjelang lebaran kemarin," ujar petugas keamanan yang tak mau disebutkan namanya tersebut.

"Sepertinya dijual oleh anak sulung dari istri pertamanya, tidak lewat perantara. Sekarang tidak berpenghuni, belum laku juga, tapi setiap bulan sekali dibersihkan ramai-ramai oleh keluarga," tambahnya lagi.

3. Rumah Dodi disebut-sebut angker

Keji! Bukan Cuma Disekap dan Dijadikan Pemuas Berahi, Wanita Ini Juga Saksikan Pacarnya Dibunuh

Rumah mewah bercat putih itu jadi saksi bisu kekejaman para perampok hingga enam nyawa melayang.

Tak pelak, selentingan yang beredar menyebut rumah tersebut angker.

Apalagi, kondisi rumah yang saat ini tak berpenghuni tersebut juga dikatakan makin tidak terawat.

Namun ternyata hal tersebut dibantah oleh Aldri, agen property yang juga dipercaya pihak keluarga untuk menjual rumah tersebut.

Waspada! Kenali Modus Kejahatan Hipnotis Ini! Lihat Videonya!

Sebuah kendaraan bermotor roda dua melewati kediaman almarhum Dodi Triyono yang menjadi tempat pembunuhan keji bulan Desember 2016 lalu di Jalan Pulomas Utara No 7A, Kayu Putih, Pulogadung, Jakarta Timur.
Sebuah kendaraan bermotor roda dua melewati kediaman almarhum Dodi Triyono yang menjadi tempat pembunuhan keji bulan Desember 2016 lalu di Jalan Pulomas Utara No 7A, Kayu Putih, Pulogadung, Jakarta Timur. (TRIBUNNEWS.COM)

Menurutnya, setiap sepekan sekali ia dan keluarga Dodi rutin datang untuk membersihkan hunian tersebut.

"Jadi tidak ada itu cerita mistis dan menyeramkan, coba saja tanyakan ke tetangga dan para penjaga keamanan yang jaga di dekat rumah tersebut. Saya sudah sangat dekat dengan keluarga beliau, maka mereka memberikan kepercayaan menjualkan rumah ini kepada saya," ujar pria yang berprofesi sebagai Agen Property Century 21 Rasi Utama tersebut sebagaimana dikutip dari Tribunnews.

4. Alasan belum terjual

Kabar burung yang menyebut rumah milik Dodi angker kemudian dikaitkan dengan fakta bahwa hunian tersebut tak kunjung laku terjual.

Mendengar hal ini, Aldri lantas memberikan penjelasan.

Pajero Sport Milik Istri Raja Keraton Solo Hilang Dicuri, Oknum Dalam Jadi Pelakunya?

Ia mengatakan rumah tersebut belum terjual lantaran belum ada calon pembeli yang cocok dengan harga yang ditawarkan.

Dikatakannya, pihak keluarga membanderol rumah tersebut di kisaran harga Rp 16,5 miliar.

Namun calon pembeli yang datang menawar paling tinggi hanya Rp 13,5 miliar.

Rekonstruksi perampokan di rumah Dodi Triono, Pulomas, Jakarta Timur
Rekonstruksi perampokan di rumah Dodi Triono, Pulomas, Jakarta Timur (Tribunnews.com/Glery Lazuardi)

"Rata-rata telepon yang masuk menawar sekitar Rp 10 miliar, penawaran paling tinggi sudah sampai harga Rp 13,5 miliar. Sampai sekarang belum terjual karena belum ada harga yang cocok saja tapi tawaran tetap banyak yang masuk," terangnya.

Niat Gagalkan Pencurian Motor dengan Sapu Lidi, 1 Nyawa Mahasiswi Melayang!

Ia juga menegaskan banyak calon pembeli yang tertarik dengan hunian tersebut.

"Setiap minggu pasti ada yang menanyakan dan datang untuk melihat, menawar rumah tersebut, saya pernah ditelepon pada pukul 01.00 WIB dini hari. Bahkan setiap hari Sabtu atau Minggu saya datang ke rumah itu, untuk membersihkannya bersama keluarga sambil menemui calon pembeli," ujarnya.

"Saya luruskan beritanya bahwa tidak benar saya sulit dihubungi, saya siap 24 jam menerima telepon dan tawaran," tegasnya lagi. (Tribunwow.com/Dhika Intan)

Sumber: TribunWow.com
Tags:
PulomasJakarta TimurDodi Triyono
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved