Dokter Taofik yang Jaga Saat Lebaran Diduga Meninggal Karena Penyakit Ini
Dokter Stefanus Taofik, SpAn ditemukan meninggal dunia di Ruang ICU Rumah Sakit Pondok Indah, Bintaro.
Penulis: Dhika Intan Nurrofi Atmaja
Editor: Dhika Intan Nurrofi Atmaja
Ia juga mengatakan saat piket lebaran Taofik tak melakukan tugas yang terlalu berat.
"Pihak RS menjelaskan, Stefanus menangani satu pasien di ICU, dan satu pasien operasi sedang, pada saat bertugas tanggal 24 sampai 25 Juni," lanjut dia.
"Saat beliau bertugas, pihak RS juga menugaskan dua dokter anestesi purna waktu yang siap jika diperlukan," tambah Kuntjoro.
Selang beberapa waktu, kejelasan soal kematian Taofik akhirnya terungkap.
Mengenang 47 Tahun Wafat, Ini Dua Keinginan Terakhir Presiden Sukarno yang Tak Terwujud
Dikatakan Ketua Program Studi SP2 dari Divisi Anestesia Ambulatori dan Bedah Umum Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr Arif HM Marsaban SpAn-KAP, dalam keterangan tertulisnya seperti dimuat Warta Kota, Taofik diduga meninggal lantaran penyakit yang dideritanya.
Adapun penyakit yang diidap dokter berusia 35 tahun tersebut adalah Brugada Syndrome.
Penyakit ini adalah kelainan genetik yang menyerang pembuluh darah di koroner.
Dijelaskan dr Arif, Brugada Syndrome bisa menyebabkan kematian mendadak pada penderitanya.
Bertrand Antolin Beberkan Sikap Ayu Ting Ting dan Zaskia Gotik pada Jupe Selama di Rumah Sakit!
"Kelainan ini terbanyak dialami laki-laki dan menyebabkan kematian mendadak, terutama saat tidur," katanya.
Dokter Taofik ditemukan meninggal dunia di Ruang ICU Rumah Sakit Pondok Indah, Bintaro pada Selasa malam.
Ia berpulang di usia 35 tahun dan meninggalkan seorang istri dan anak berusia dua tahun.
Seperti dikutip dari Tribunnews, dokter Taofik ternyata berasal dari Cakranegara, Lombok, Nusa Tenggara Timur.
Meninggal Dunia di Bulan Ramadan, Begini Kenangan Bahagia Jupe Rayakan Lebaran Terakhirnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/dokter-stefanus-taofik_20170628_124205.jpg)