Ramadan 2017
Tradisi Muslim 'Dua Abad' di Gedung Putih Diakhiri Donald Trump
Sebelumnya di bawah pemerintahan Clinton, Bush, dan Obama, pihak Gedung Putih bisa menghabiskan waktu berbulan-bulan mempersiapkan acara itu.
Editor: Rimawan Prasetiyo
TRIBUNWOW.COM - Pemerintahan Donald Trump belum mengadakan makan malam di akhir bulan Ramadhan yang sudah menjadi tradisi Muslim dan diadakan di Gedung Putih selama lebih dari dua abad.
Makan malam biasanya dilakukan saat Matahari terbenam pada akhir bulan suci Ramadhan, atau bulan kesembilan dari kalender Islam.
Padahal, sebelumnya di bawah pemerintahan Clinton, Bush, dan Obama, pihak Gedung Putih bisa menghabiskan waktu berbulan-bulan mempersiapkan acara itu.
Namun, tahun ini tradisi itu tak berlanjut.
Lontong Sayur, Telur Balado, Kerupuk Jadi Obat Rindu WNI saat Lebaran di Kanada
Sekretaris Negara Rex Tillerson sebelumnya pernah mengatakan bahwa pemerintah tidak akan menyelenggarakan makan malam tahun ini.
"Umat Muslim di Amerika Serikat bergabung dengan Muslim di seluruh dunia selama bulan suci Ramadhan, fokus pada ibadah dan amal. Sekarang, saat mereka memperingati Idul Fitri bersama keluarga dan teman, mereka meneruskan tradisi membantu tetangga dan berbagi (zakat)," demikian pernyataan pihak Gedung Putih pada Sabtu (24/6) malam lalu, seperti dikutip Antara.
Tradisi makan malam pada akhir Ramadhan dilakukan mantan Presiden Thomas Jefferson pada Desember 1805.
Jefferson yang dikenal sebagai pendukung kebebasan beragama melakukan hal ini untuk menghormati duta besar Tunisia Sidi Soliman Mellimelli saat konflik Amerika dan negara yang mereka sebut "barbar" terjadi.
Merasa Dijebak, Begini Cara Mantan Polisi Rayakan Lebaran di Balik Jeruji Besi
"Makan malam dilakukan persis saat Matahari terbenam," demikian isi undangannya.
Dalam catatan hariannya, John Quincy Adams menuliskan bahwa makan malam itu disajikan sore hari seperti pada bulan Ramadhan.
Terlepas dari apa yang disajikan saat makan atau siapa pun yang hadir saat itu, itu sama halnya seperti momen berbuka puasa.
Tradisi ini berlanjut pada tahun 1996, ketika Ibu Negara Hillary Clinton, setelah dirinya mempelajari lebih lanjut tentang ritual tersebut.
Sang putri, Chelsea bahkan diketahui telah mempelajari sejarah Islam di sekolahnya, menurut laporan Muslim Voices.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/donald-trump_20170517_080805.jpg)