Breaking News:

Mengenang 47 Tahun Wafat, Ini Dua Keinginan Terakhir Presiden Sukarno yang Tak Terwujud

47 Tahun berlalu kepergian Presiden Sukarno masih menyisakan cerita 'memprihatinkan' di baliknya. Ada dua keinginan yang tak terwujud. Simak ini.

Penulis: Claudia Noventa
Editor: Rimawan Prasetiyo
ARSIP KOMPAS.COM
Presiden pertama RI Ir Sukarno. 

Mengenang masa haru itu, mengingatkan akan sepucuk surat cinta yang ditulis oleh Sukarno sebelum kepergiannya.

Surat terakhir itu ditujukan untuk putra sulung kebanggaannya, Guntur Sukarnoputra.

Dalam wasiat terakhirnya untuk Guntur itu, tersirat harapan besar Sukarno pada Guntur untuk bisa menjadi sosok berani seperti dirinya.

Terungkap! Begini Alasan di Balik Peci Miring Khas Sukarno

Sukarno ingin, putra yang sering dipanggilnya Tok itu untuk tampil dan membuktikan bahwa dirinya pantas menjadi penerus sang ayah.

"Tok, engkau adalah anak sulung Putra Sang Fajar. Sebab, bapakmu dilahirkan pada waktu fajar menyingsing."

"Fajar 6 Juni yang sedang mereka di ujung timur. Dan engkau lahir pada tahun keberanian, juga menjelang fajar 3 November saat mana hegemoni kekuasaan Jepang semakin suram sinarnya."

Guntur Sukarnoputra.
Guntur Sukarnoputra. (ARSIP KOMPAS.COM)

"Nah, seperti halnya bapakmu, engkau pun pantas menyambut terbitnya matahari."

"Jadilah manusia yang pantas menyambut matahari terbit," tulis Sukarno dalam surat yang diungkapkan Guntur dalam bukunya 'Bung Karno, Bapakku Kawanku dan Guruku'.

Nama Megawati Soekarnoputri Disebut dalam 9 Tokoh Nasional yang Dilantik Jokowi

"Ingat, yang pantas menyambut terbitnya matahari itu hanya manusia-manusia abdi Tuhan, manusia-manusia yang manfaat."

"Karena itu jangan cengeng! Buktikan kepada setiap orang yang menatapmu, bahwa engkau memang pantas menjadi anak sulung Sukarno," tutup Sukarno.

Namun sayang, Guntur malah tak tertarik untuk terjun ke dunia politik, hidupnya kini juga jauh dari publikasi.

Padahal, dulu Guntur merupakan sosok yang diharapkan banyak masyarakat untuk bisa menggantikan kharisma Bung Karno.

Bahkan ada sekitar 100 orang yang pernah berbondong-bondong datang ke rumahnya secara langsung untuk memintanya terjun ke dunia politik.

O
Sejumlah anak-anak bermain dan mengamati detil patung baru Proklamator Ir Sukarno yang dipasang di situs Penjara Banceuy, Bandung, Jawa Barat, Minggu (10/5/2015). (KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO)
Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
Tags:
Presiden SukarnoProklamatorSoeharto
Berita Terkait
ANDA MUNGKIN MENYUKAI
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved