Ketika Luhut Kritik Menteri Susi, Jawaban Menteri Nyentrik Ini Tak Terduga!
Kritik Luhut Binsar Pandjaitan kepada Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengenai perikanan mendapatkan balasan.
Penulis: Woro Seto
Editor: Galih Pangestu Jati
Namun Susi meyakinkan tak perlu khawatir dengan migrasi ikan tuna karena wilayah migrasi tuna terutama tuna sirip kuning masih berada di wilayah Indonesia yakni Laut Banda.
"Indonesia tetap lebih menang karena zonanya ikan migratory yaitu yellow fin (tuna sirip kuning) itu 60 persen itu ada di Laut Banda," kata menteri nyentrik itu.
Aksi Menteri Susi di acara Konferensi Laut PPB, di UNHQ, New York, Amerika Serikat.
Konferensi Laut PBB berlangsung tanggal 5-9 Juni 2017 dengan mengusung tema “Our Ocean, Our Future: Partnering for the Implementation of SDG’s 14”.
Saat itu, Menteri Susi hadir sebagai perwakilan dari Indonesia.
Menteri Susi menyarankan berbagai langkah yang dapat dilakukan bersama untuk menjaga keberlanjutan kelautan dan perikanan dunia.
“Lautan menutup sekitar 71 persen permukaan bumi. Lautan harus dilindungi untuk menumbuhkan dan menjaga kelestarian kehidupan laut. Ini merupakan tugas kita untuk menjaga hak lautan,” ungkap Menteri Susi berdasarkan keterangan resmi KKP.
Menurut pemiliki maskapai Susi Air itu, untuk dapat menjaga lautan, semua masyarakat dunia harus memahami bahwa lautan dan kehidupan yang terkandung di dalamnya berhak untuk hidup lestari.
Dilansir dari KOMPAS.com, Susi menyarankan agar dibentuk suatu badan global untuk mengatur perlindungan terhadap hak laut, yang tak akan terganggu oleh agenda politik apa pun.
“Dunia butuh badan yang dapat melindungi hak lautan. Khususnya dengan bersama-sama berjuang melawan Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) Fishing,” tambah Menteri Susi.
Menteri Susi mengatakan, laut lepas perlu managemen yang lebih baik agar penangkapan hasil laut tidak mengancam kelestarian sumber daya alam negara tersebut.
Untuk itu, Menteri Susi menyarankan negara-negara dunia melakukan penangkapan menggunakan peralatan dan metode yang aman, mengontrol Fish Agregating Device (FAD) dan tidak menguras induk-induk ikan yang bermigrasi menuju zona perkembangbiakan mereka.
Ramai Jadi Omongan, Ternyata Begini Pujian Leonardo DiCaprio untuk Menteri Susi
“Ketika induk-induk ikan tidak kembali ke zona perkembangbiakan (akibat ditangkap), bayi-bayi ikan tidak akan lahir untuk menjaga keberlanjutannya, sehingga dunia akan kehabisan stok ikan,” tambahnya.
Menteri Susi juga menekankan pentingnya melindungi laut lepas sebagai upaya melindungi industri skala kecil seperti nelayan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/susi-pudjiastuti-dan-luhut-binsar-pandjaitan_20170616_194136.jpg)