3 Tahun Menjalin Hubungan, Wanita Ini Bongkar Perilaku Kejam Sang Kekasih Selama Berpacaran!
Pepatah mengatakan "cinta membutakan mata dan melumpuhkan logika", tetapi jika sudah menyangkut kekerasan fisik apakah masih dinamakan cinta?
Penulis: Lolita Valda Claudia
Editor: Galih Pangestu Jati
TRIBUNWOW.COM - Pepatah mengatakan "cinta membutakan mata dan melumpuhkan logika", tetapi jika sudah menyangkut kekerasan fisik apakah masih dinamakan cinta?
Penyiksaan dalam sebuah hubungan tak hanya terjadi dalam rumah tangga (KDRT), tetapi kini banyak anak muda yang masih menjalin kisah asmara sebatas 'pacaran' harus mengalami hal mengerikan tersebut.
Mengejutkan memang jika melihat banyak remaja wanita harus mengalami penganiayaan oleh orang terdekat bahkan terpercaya.
Sudah tecinta jadi alasan banyak muda mudi memaafkan kelakukan keji pasangannya dan memilih bungkam atas kekerasan yang dianggap masih batas wajar.
Kisah Cinta Dua Sejoli Ini Bikin Kamu Berurai Air Mata, Cinta Sejati Beneran Ada!
Beberapa wanita yang mengalami kekerasan dalam berpacaran memilih untuk diam dengan dalih agar hubungan asmara keduanya tak berakhir, serta harapan perubahan sikap dari pelaku kekerasan yang tak lain adalah orang yang dicintainya.
Sementara sebagian wanita lain merasa takut untuk menceritakan tindak kekerasan tersebut kepada orang lain.
Sayangnya kasus ini kembali memakan korban, yakni Shayne Baldoza.
Setelah hubungan keduanya berakhir Shayne Baldoza akhirnya membongkar tingkah laku kekasih yang kini telah menjadi mantannya tersebut.
Dengan segala keberanian yang dimilikinya, Shayne Baldoza akhirnya membuka mulut dan membagikan kisah mengerikan yang dialami selama berpacaran dengan mantan kekasihnya selama 3 tahun.
Menurut keterangannya, penyiksaan tersebut selalu dimulai dengan permasalahan sepele yang berujung pada kekerasan fisik dan perkelahian hebat.
Ia juga menambahkan bahwa mantan kekasihnya itu mudah tersulut emosi ketika berhadapan dengannya.
Hingga akhirnya, perempuan asal Filipina tersebut memberanikan diri mengunggah pengalaman buruknya itu ke akun jejaring sosial Facebook pribadinya.
"Aku telah menutup mulut untuk waktu yang lama, dengan pikiran bahwa kamu akan berhenti berbicara bohong terhadap teman-temanmu tentang aku, dan membuat mereka percaya bahwa hubungan ini berakhir karena kesalahanku dan kamu tetap menjadi "pria baik" di mata mereka," tulisnya.
"Namun kenyataannya kamu nggak kaya gitu. Aku akan mengatakan kepada semua orang cerita yang sebenarnya di balik luka memar yang aku miliki, ini semua aku dapatkan dari kelakuan kasarmu," lanjutnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/korban-kdrt_20170606_181908.jpg)