Luncurkan 4 Buku Baru di Makassar, Gramedia Pustaka Utama Punya Misi Khusus
Gramedia Pustaka Utama (GPU) meluncurkan 4 buku sekaligus dalam acara International Writers Festival (MIWF) 2017.
Penulis: Dhika Intan Nurrofi Atmaja
Editor: Maya Nirmala Tyas Lalita
TRIBUNWOW.COM - Festival penulis buku bertajuk Makassar International Writers Festival (MIWF) 2017 digelar di Makassar, Sulawesi Selatan.
Acara tersebut digelar sejak Rabu (17/5/2017) hingga Sabtu (20/5/2017) mendatang di Rumata' Artspace.
Tak ingin membuang kesempatan, dalam acara tersebut, penerbit Gramedia Pustaka Utama (GPU) meluncurkan empat buku sekaligus.
Nggak Perlu Makan Banyak Tempat, 5 Ide Resepsi Pernikahan Lesehan Ini Bikin Suasana Bersahabat!
Keempat buku tersebut meliputi buku puisi "Cinta yang Marah" karya M. Aan Mansyur, antalogi penulis Indonesia Timur berjudul "Dari Timur", buku puisi "Gambar Kesunyian di Jendela" karya Shinta Febriany, dan "The Book of Invisible Questions" karya Lala Bohang.
MIWF menjadi perayaan literasi terbesar di Indonesia bagian timur.
Untuk itu, GPU merasa senang bisa berpartisipasi di dalamnya.
Sudah Berapa Lama Kamu Suka Kpop? Jangan Ngaku Setia Jika Belum Liat Music Video Lawas Ini!

Hal ini disampaikan oleh Siti Gretiani, General Manager Gramedia Pustaka Utama.
"Sejak 2012, Gramedia Pustaka Utama selalu senang bisa menjadi bagian dari perayaan literasi terbesar di Indonesia Timur ini. Ada bahagia yang ikut kami rasakan ketika melihat antusiasme para pembaca di Makassar, maupun yang khusus datang ke Makassar.
Hal ini yang kemudian membuat kami memutuskan untuk khusus meluncurkan empat buku terbaru di MIWF tahun ini," terang Siti dalam rilis yang diterima Tribunwow.com, Jumat (19/5/2017).
Lebih lanjut, empat buku terbitan GPU memang dirilis dalam even yang sama.
Namun pelaksanaan perilisan tersebut dilakukan dalam waktu yang berbeda.
"Cinta yang Marah" dan "Dari Timur" diluncurkan pada Rabu (17/5/2017) lalu.
Sementara "The Book of Invisible Questions" dirilis Jumat (19/5/2017) serta "Gambar Kesunyian di Jendela" akan diluncurkan besok, Sabtu (20/5/2017).
"Cinta yang Marah" merupakan tulisan karya Aan Mansyur yang menggambarkan keresahannya terhadap tragedi Mei 1998.
Sementara 'Dari Timur' menjadi antalogi ekspresi ide dan persoalan yang mengusik para penulis.
Lewat 'The Book of Invisible Questions' dan 'Gambar Kesunyian di Jendela' masing-masing penulis mengungkapkan makna hidup dari sudut pandang mereka.

Dikatakan Siti, tidak ada kesamaan tema dalam keempat buku tersebut.
Meski begitu ada benang merah tersendiri yang menyatukan empat buku tersebut hingga diriilis bersamaan.
"Tidak ada kesamaan tema dari keempat buku ini. Setiap buku menyuarakan maksud masing-masing penulis."
"Yang mungkin menjadi benang merahnya adalah bahwa para penulisnya ini berasal dari Indonesia Timur, sehingga indah untuk membawa buku-buku ini kepada akarnya, sehingga akan memperkaya dunia prosa dan sastra di wilayah ini," terang Siti Gretiani.

Tak cuma perilisan buku, MIWF tahun ini juga diisi dengan Pameran Manuskrip Sadjak Sapardi Djoko Damono 1958-1968.
Pameran tersebut sebagai bentuk apresiasi terhadap sastrawan senior tersebut.
Sementara sejumlah penulis dan penyair yang hadir dalam acara tersebut meliputi Sapardi Djoko Damono, Clara Ng, Ika Natassa, Esti Kinasih, Maggie Tiojakin, Hasanuddin Abdurakhman, Valiant Budi, Adhitya Mulya, Bondan Winarno, dan masih banyak lagi. (Tribunwow.com/Dhika Intan)