Breaking News:

Afi Hanya Nama Pena, Ternyata Ini Identitas Sebenarnya Si Penulis Cerdas yang Viral di Facebook

Kali ini Afi, siswa SMA yang tulisannya soal keberagaman viral di Faceook, 'membeberkan' identitas aslinya. Siapa dia?

Penulis: Natalia Bulan Retno Palupi
Editor: Maya Nirmala Tyas Lalita
KOMPAS.com/FACEBOOK/TRIBUNWOW.COM/KOLASE
Afi Nihaya Faradisa 

TRIBUNWOW.COM - Akun Facebook siswi SMA asal Banyuwangi, Jawa Timur, Afi Nihaya Faradisa, akhirnya bisa diakses kembali pada Kamis (18/5/2017).

Diketahui sebelumnya, akun Facebook Afi, panggilan akrabnya, sempat mengalami penangguhan atau di-suspend oleh beberapa orang yang melaporkan akun Afi pada pihak Facebook pada, Rabu (17/5/2017).

Afi pun juga sempat mengutarakan keresahannya karena akun Facebook yang sengaja ia gunakan untuk menebar tulisan-tulisan perdamaian malah dilaporkan oleh orang-orang yang diduga tidak menyukai tulisannya.

Tulisan Siswa SMA soal Keberagaman Lagi-lagi Viral di Dunia Maya hingga Banjir Pujian

Keresahannya tersebut ia utarakan di akun Instagram pribadinya, @afi.nihayafaradisa, sesaat setelah ia mengetahui akun Facebook pribadinya telah di-suspend.

Kejadian akun Facebook miliknya di-suspend ini berawal dari tulisan terakhir Afi di akunnya tersebut yang berjudul 'Warisan' menjadi viral di media sosial.

Tulisan itu berkaitan dengan keberagaman yang ada di Negara Indonesia ini. Melalui tulisannya itu juga, Afi mengajak seluruh masyarakat untuk saling menjaga toleransi khususnya di media sosial yang rawan dengan gesekan-gesekan antarpenggunanya.

Akun Facebook Siswi SMA yang Tulis soal Keberagaman di-Suspend, Begini Cerita di Baliknya

Tulisan Afi ini menjadi perbincangan hangat di media sosial bahkan sampai diberitakan di portal-portal berita Indonesia.

Hal inilah yang diduga menjadi penyebab akun Facebook Afi di-suspend oleh beberapa orang yang melaporkan akunnya ke pihak Facebook.

Namun, akhirnya akun Facebook Afi dapat diakses kembali pada, Kamis (18/5/2017).

Setelah akunnya terselamatkan tersebut, Afi kembali menulis di status Facebook-nya tersebut.

Kali ini ia 'membeberkan' tentang jati dirinya sendiri. Siapa sebenarnya Afi Nihaya Faradisa sesungguhnya.

Ia juga menceritakan, karena tulisannya yang menjadi viral di media sosial tersebut, banyak wartawan yang mencarinya, mulai dari wartawan cetak, online, dan radio.

Ia mengaku tak menyangka bahwa tulisannya bisa mendapatkan tanggapan yang seluar biasa itu dari masyarakat di luar sana.

Tentunya, permasalahan akun Facebook-nya yang terkena suspend itu membuat dirinya bersedih, karena tujuan dia menulis hanyalah untuk memberi kontribusi bagi bangsa ini dalam meluaskan sudut pandang, dalam menebarkan pesan perdamaian.

Pada tulisannya kali ini yang diberi judul "SIAPAKAH AFI NIHAYA FARADISA?", ia juga menjelaskan bahwa nama yang ia cantumkan dalam akun Facebook-nya tersebut adalah nama pena.

Simak tulisan Afi selengkapnya di sini!

"SIAPAKAH AFI NIHAYA FARADISA?

Saya hanyalah perempuan biasa yang lahir di Banyuwangi pada tanggal 23 Juli 1998.
Afi Nihaya Faradisa adalah nama anagram atau nama pena dari Asa Firda Inayah.
Nama saya yang tercantum di kartu identitas adalah Asa Firda Inayah.

Afi : (A)sa (F)irda (I)nayah
Nihaya : Inayah
Faradisa : Firdaasa
Mengapa saya menggunakan nama anagram? Karena saya ingin menyampaikan kebaikan-kebaikan secara anonim di dunia maya.

Karena yang penting bagi saya bukanlah mengambil sebanyak mungkin keuntungan dari melambungnya nama.

Karena yang penting bagi saya adalah tersampainya beragam pesan kebaikan pada sebanyak-banyaknya pembaca.

Saya adalah orang yang sangat jauh dari sempurna, berjuta-juta jumlah kekurangan pada diri.

Saya hanya mencoba melakukan apapun yang gadis 18 tahun bisa lakukan untuk membuat dirinya berguna. Itu saja.

Menulis adalah salah satu hal yang saya pikir saya bisa lakukan untuk memberi kontribusi bagi bangsa ini dalam meluaskan sudut pandang, dalam menebarkan pesan perdamaian.

Bahwa Kristen dan Islam tak harus bergesekan. Bahwa Cina dan Jawa sama-sama orang Indonesia.

Sampai suatu ketika, para wartawan mulai mendatangi saya di rumah dan di sekolah.

Berita saya dimuat di surat kabar cetak, online, dan radio dengan catatan agar nama yang tercantum tetap nama pena.

Saya diminta berbicara di beberapa seminar. Saya tampil di televisi. Saya memenuhi undangan makan pagi dari Pak Bupati Banyuwangi.

Ya, belakangan ini saya memang mendapat sorotan banyak orang, tapi hal itu bukanlah sebuah kesengajaan.

Saya ingin tahu apa kerugian yang saya timbulkan sampai-sampai banyak orang melaporkan akun saya secara bersamaan.

Pihak Facebook telah men-suspend/melumpuhkan akun saya selama hampir 24 jam, saat tulisan berjudul WARISAN sedang ramai-ramainya dibagikan.

Selama kurun waktu tersebut, akun saya menghilang.
Saya sedih.
Di depan mata, upaya saya sejak lama tiba-tiba sirna.
Saya merasa bahwa inilah akhirnya.

Saya tidak menyangka, ternyata masih banyak orang yang menentang takdir Tuhan dengan meludahi perbedaan.
Saya bertanya-tanya,
Mengapa jika ego berbicara, gaungnya melebihi nurani kita yang sama-sama ciptaan-Nya?

Siang tadi, saat saya masih ada di balai kota, saat saya menjawab pertanyaan rekan media, ada gerimis dalam hati ini ketika menyaksikan beberapa teman dan followers FB sedang mencoba memviralkan hashtag#FACEBOOKbringbackAFI dengan harapan agar akun saya bisa segera pulih.

Padahal orang-orang itu tidak pernah bertemu secara langsung dengan saya, tapi mereka begitu peduli. Mereka percaya pada niat baik dan kesungguhan saya dalam menebarkan kebermanfaatan.

Masih banyak orang yang mendukung kedamaian dalam diam. Masih banyak orang yang menopang saya untuk berdiri, walau mereka 'sunyi'.

Peristiwa ini menguji saya pribadi. Menguji apakah saya benar-benar bisa sebaik tulisan saya saat menghadapi persoalan sungguhan, sekaligus mengetahui mana teman yang bukan hanya datang saat senang.

Beribu terima kasih pada Anda semua. Tanpa Anda, saya tidak akan bisa apa-apa

Saya TIDAK memiliki akun lain di situs facebook kecualiwww.facebook.com/afinihaya
Saya memiliki akun instagram di @afi.nihayafaradisa dan email afinihayafaradisa@gmail.com
Selain yang saya sebutkan di atas, semuanya palsu termasuk fanpage, website, twitter, dan lainnya.

Saya muslim dan saya cinta saudara-saudara lain agama.

Saya percaya bahwa saya bukanlah satu-satunya muslim yang menghargai perbedaan, mentoleransi keragaman yang adalah bagian dari kehendak Tuhan.
Masih ada banyak orang yang saya rasa perlu untuk membaca tulisan WARISAN. Sayangnya, viralnya tulisan itu berusaha dihentikan oleh "berbagai pihak" selama beberapa waktu.
Maka, jika Anda berkenan, saya meminta dengan sangat agar Anda yang belum/sudah share untuk share tulisan itu lagi.
Semoga Tuhan merahmati"

Begitu tulis Afi di laman Facebook-nya.

Tak hanya itu, Afi juga mengunggah 12 foto yang menampilkan dirinya sedang bersama Bupati Banyuwangi, saat itu ia juga diwawancarai dari berbagai macam media, dan tulisannya yang masuk ke beberapa portal berita Indonesia.

Tulisannya kali ini pun tetap dibanjiri oleh komentar-komentar netizen yang terus mendukung Afi untuk terus menulis.

"Alhamdulillah sudah kembali, dik. Syukur hamdalah tetap menulis dan menginspirasi yaa. Jika mulut mulai bungkam, lawanlah dengan tulisan. Indonesia bangga padamu, dik" tulis akun Uswah.

"Saya ikut bergembira Facebook Afi sudah kembali normal. Gembira dan terharu sehingga menangis aku membaca status, perlawanan itu begitu nyata ternyata Fi. Tetapi kamu sudah menyiapkan diriimu untuk selalu menebar kebaikan, dan kami akan sebarkan lebih banyak lagi. Siapakah yang takut kepada pikiran-pikiranmu. Jangan sampai mengecilkan semangatmu, kami akan tetap berkobar mendukungmu" tulis akun Nani Buchari.

"Baru saja bertanya-tanya, siapa Afi sebenarnya, ternyata langsung dijawab dalam status ini. Terus berkarya dan menulis Afi" tulis akun Ridwan Fauzi.

"Dik, semangat terus ya menulisnya. Semoga semakin banyak anak muda Indonesia bisa secerdas kamu dan punya toleransi tinggi. Salam dari Bali" tulis akun Desy Yustina Ida Ayu.

Berdasarkan pantauan tim TribunWow.com, tulisan Afi ini sudah dibagikan sebanyak empat ratus kali lebih, sudah dibanjiri enam ratus komentar, dan di-likes sebanyak empat ribu lebih. (TribunWow.com/Natalia Bulan Retno Palupi)

Sumber: TribunWow.com
Tags:
FacebookBanyuwangiJawa TimurInstagramAfi Nihaya Faradisa
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved