Parah! Kisah Keluarga Tahanan Bongkar Kebobrokan Rutan Sialang Bungkuk Sungguh Tak Terduga
Kaburnya ratusan tahanan dari Rumah Tanahan Negara (Rutan), ternyata menguak berbagai penyimpangan yang terjadi di Rutan ini.
Editor: Tinwarotul Fatonah
TRIBUNWOW.COM - Kaburnya ratusan tahanan dari Rumah Tanahan Negara (Rutan) Kelas IIB Pekanbaru, Jumat (5/5/2017), ternyata menguak berbagai penyimpangan yang terjadi di Rutan ini.
Satu di antaranya adalah persoalan dugaan pungutan liar. Hal ini menggambarkan betapa besarnya bisnis ilegal yang terjadi di rumah tahanan ini.
H Usman misalnya, orangtua dari salah satu tahanan yang ada di rutan ini membeberkan praktik-praktik pungutan liar yang ia ketahui.
Misalnya saja untuk memindahkan tahanan ke ruang tahanan bagi anaknya ia harus merogoh kocek hingga Rp 7 juta.
Mengingat ruangan tempat anaknya ditahan sangat tidak layak yang berisi hingga 80 orang. Padahal ruangan tersebut diperuntukkan belasan tahanan saja.
"Supaya anak saya bisa pidah ruangan saya harus bayar tujuh juta. Kalau tidak bayar kasihan anak saya, tidak, saja tidak bisa," kata Usman.
• Ratusan Tahanan Rutan Sialang Bungkuk Kabur, Begini Kronologi hingga Detik-detik Penangkapannya
Tidak hanya berhenti di situ, menurutnya masih banyak praktik pungutan liar lainya.
Misalnya, saat keluarga tahanan membesuk, menurutnya jika ingin proses besok tidak perlu mengantre dan berlangsung lama harus membayar sebesar Rp 50.000.
Namun demikian, uang tersebut memang tidak diberikan langsung kepada petugas melainkan kepada Tamping (Napi yang membantu petugas rutan).

"Kalau mau membesuk itu kan kita harus mengantre, ya kalau mau cepat harus bayar. Waktu besuk juga dibatasi dan kalau mau lama bayar lagi. Bervariasi ada yang 20 ribu ada yang 50 ribu," jelasnya.
Rutan Klas IIB Sialang Bungkuk, Pekanbaru, Riau, pasca bentrok. (Tribunnews.com/Abdul Qodir)
Tribun juga mendapatkan pengakuan dari keluarga tahanan lainya, Erlinda.
Menurutnya ia juga harus membayar sebanyak Rp 2,5 juta supaya sang adik yang terjerat kasus pencurian bisa pindah ruang.
"Kasihan ruangan sebelumnya padat. Jadi, kalau mau pindah yang lebih longgar ruangannya harus bayar. Saya bayar Rp 2,5 juta, " katanya.