Fotonya Viral 'Tulisannya Menampar'! Ketika Arwah Penasaran Bunga Terbakar 'Hantui' Ahok-Djarot
Sebuah foto papan bunga jadi viral antargrup WhatsApp Messenger. Tulisannya kocak, sebuah sindiran menohok pada orang-orang ini.
Penulis: Rimawan Prasetiyo
Editor: Rimawan Prasetiyo
TRIBUNWOW.COM, JAKARTA - Sebuah foto papan bunga jadi viral antargrup WhatsApp Messenger.
Tulisannya kocak, sebuah sindiran menohok pada sekelompok orang, Kamis (4/5/2017).
Kelompok yang melakukan pembakaran papan bunga untuk Ahok.
"Tetap Semangat Ahok - Djarot..Ini pengganti bunga yang kemarin dibakar -ARWAH PENASARAN BUNGA YANG TERBAKAR," demikian tertulis pada papan bunga tersebut.
Foto ini menjadi viral di WhatsApp Messenger.
Foto yang unik, kreatif dan berisi sindiran.
Dua Cerita Mengagetkan Gubernur DKI Jakarta Hari Ini, Keputusan Ahok Sudah Bulat!
Papan-papan bunga kembali bermunculan sehari setelah aksi pembakaran oleh sekelompok buruh yang lakukan demonstrasi saat aksi demo Hari Buruh, Senin (1/5/2017) lalu.
Setelah banyak papan bunga dibakar, malam harinya aksi balasan muncul dari fans Ahok dengan lakukan aksi 1.000 lilin.
Sebuah aksi damai dengan menyalakan lilin protes atas pembakaran papan bunga yang dikirim untuk Ahok.
Politisi PDIP Adian napitupulu bahkan bikin tulisan sindiran terkait aksi tersebut.
Terheboh! Rumah Sandiaga Uno Bak Istana hingga Terungkapnya Alasan Buruh Bakar Karangan Bunga Ahok!
Tulisannya berisi fakta-fakta tentang papan bunga ucapan.
Adian pertanyakan apa salah bunga kenapa dibakar lantaran bunga tersebut yang beli adalah warga dengan uang pribadi.
Ia bahkan menyebut kalau pembakaran papan bunga tersebut sebagai bentuk perayaan kemenangan pilihan gubernurnya oleh kaum miskin sementara kaum kaya merayakan di restoran mewah
"....kenapa bunga bunga masih di bakar? Atau jangan jangan membakar bunga bagi mereka justeru bagian dari seremoni perayaan kemenangan."
"Pendukung Yang kaya konon berpesta di Leon Cafe sementara Buruh pendukung Anies Sandi cukup berpesta dengan bakar bunga di balai kota."
Itulah petikan tulisan Adian.
Permintaan maaf dan alasan bakar karangan bunga Ahok
Seperti dilansir dari Kompas.com, Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Pekerja Logam, Elektronik, dan Mesin Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP LEM SPSI) DKI Jakarta, Idrus, menilai persoalan pembakaran karangan bunga sudah selesai.
Tak Terduga! Dianggap Bocor, Ahok Tanggapi Kritikan Keras Sandi terkait Parkir Meter
Sebab, dia sudah meminta maaf kepada aparat pada hari itu juga.
"Saya minta maaf, saya bilang begitu ke Pak Jupan (Kasatpol PP) dan Kapolres. Saya turun ke bawah, saya minta maaf. Makanya dibersihin sama dia," ujar Idrus kepada Kompas.com, Selasa (2/5/2017).
Idrus mengatakan aksi bakar karangan bunga milik Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat itu merupakan aksi spontan.
Dia mengaku meminta buruh untuk menghentikan aksi tersebut saat dia berorasi di mobil komando.
"Saya bilang mobil mundur. Ada tumpukan karangan bunga lagi tuh, jangan dibakar. Kalau saya enggak teriak, itu ada pembakaran gelombang kedua. Saya bilang jangan dibakar itu," ujar Idrus.
Fadli Zon Disebut Dalang Pembakaran Karangan Bunga Ahok Gara-gara Seragam, Begini Faktanya!
Idrus mengaku turun dari mobil komando dan meminta maaf setelah pembakaran selesai.
Saat itu, Satpol PP memang langsung menyingkirkan karangan bunga yang sebelumnya akan dibakar lagi oleh buruh.
Pemadam kebakaran juga menyiram sisa-sisa pembakaran karangan bunga tersebut.
Puncak kekesalan kepada Ahok
Idrus mengatakan aksi tersebut merupakan puncak kekesalan buruh kepada Ahok.
Buruh yang bernaung di FSP LEM SPSI DKI Jakarta kebanyakan bekerja di perusahaan otomotif di Jakarta.
Namun, kata Idrus, gaji UMP mereka berada di bawah kota penyangga seperti Bekasi dan Karawang.
Duh duh Pesimis Deh, Sosok Wanita Cantik Bersama Anak Sulung Ahok Mulai Bikin Hati Resah
Ahok pun seolah tidak mau mendengar aspirasi mereka.
"Tahun lalu Ahok enggak mau ketemu, beberapa bulan lalu sebelum ada Plt juga enggak mau. Disamperin lagi, sudah ada Plt," ujar Idrus.
Padahal, kata Idrus, Ahok selalu menyampaikan soal kesejahteraan rakyat Jakarta.
Misalnya tentang Ahok yang memberikan rusun kepada warga terdampak penggusuran, subsidi daging bagi pemegang KJP, atau jaminan pendidikan hingga bangku kuliah.
Idrus merasa buruh belum mendapat perhatian seperti itu oleh Ahok.
"Padahal buruh itu kena pajak. Kami nih kena pajak. Kok ada orang susah datang dari daerah enggak ada kerja malah dikasih rusun," ujar Idrus.
Romantisnya Kebijakan Masa Transisi, Ahok Ternyata Kasihan Kepada Anies
"Bagaimana enggak sedih? Pekerja yang pajaknya dipotong masuk ke pemda tapi enggak diperhatikan, ini yang dituntut keadilan," lanjut Idrus.
Rezeki pasukan oranye
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menyayangkan aksi pembakaran karangan bunga untuk dirinya dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat oleh para buruh pada Senin (1/5/2017) kemarin.
karangan bunga tersebut, kata Ahok, bisa dijual kembali oleh Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum ( PPSU) atau Pasukan Oranye.
"Ya sayang aja ( karangan bunga) dibakar ya, padahal itu kan rezekinya Pasukan Oranye," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa sore.
Wanita Ini Menangis di Depan Ahok dan Begini Akhirnya
Ahok mengatakan, karangan bunga tersebut akan laku jika dijual kembali.
Satu karangan bunga kemungkinan bisa dihargai Rp 50.000.
Semakin banyak karangan bunga yang dijual, semakin banyak pula uang yang bisa didapatkan Pasukan Oranye.
"Kan dia baru datang dari Monas, sudah ditumpuk, sudah satu gunung, 'Itu mau diapain, Pak?' 'Kalian jual aja, Rp 50.000 kok.' Dijual, ada yang beli Rp 50.000," kata Ahok.
5 Fakta Terkait Karangan Bunga Ahok Dibakar, Nomor 3 Akhirnya Terkuak!
Pembakaran karangan bunga untuk Ahok- Djarot dilakukan sejumlah buruh yang mengikuti aksi unjuk rasa pada Hari Buruh atau "May Day" di depan Gedung Balai Kota, Senin kemarin.
Buruh dari Federasi Serikat Pekerja Logam, Elektronik, dan Mesin Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP LEM PSI) DKI Jakarta berada di area Balai Kota ketika aksi pembakaran itu berlangsung.
Karangan bunga itu ditumpuk di tengah Jalan Medan Merdeka Selatan lalu dibakar.
Warga merespons pembakaran karangan bunga tersebut dengan kembali mengirim karangan bunga ke Balai Kota pada Selasa ini dan menyalakan lilin pada Senin malam kemarin. (TribunWow.com/Rimawan Prasetiyo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/ahok-djarot_20170418_191654.jpg)