Liga Champions
Fakta Menarik dari Kemenangan Juventus atas Monaco
Torehan dua gol Gonzalo Higuain ke gawang AS Monaco (menit ke-29 dan 59') menunjukkan Juventus tetap garang meski tandang.
Editor: Mohamad Yoenus
Dalam praktiknya, susunan itu berubah menjadi 3-4-2-1. Trio BBC (Barzagli, Bonucci, Chiellini) banyak berkumpul di kotak penalti guna melindungi Buffon.
Para bek tengah ini berfungsi membentengi serbuan dua penyerang dan dua winger ofensif Monaco yang rutin merangsek ke depan. Imbasnya, lini belakang Juventus tetap solid dan padat.
Sementara Dani Alves yang didorong lebih maju bisa rajin mengeksploitasi sisi kiri Monaco yang kerap lowong ditinggalkan Djibril Sidibe dan Thomas Lemar.
Alves pun akhirnya menjadi kreator dua gol Higuain. Agresivitas Juventus juga tetap terjaga karena adanya trio Dybala, Mandzukic, dan Higuain di lini depan.
Pola 3-4-2-1 bisa dibilang menjadi hasil kreasi brilian yang lain dari otak Allegri musim ini.
Skema tersebut seperti pengembangan sistem 3-4-1-2 yang pernah dipasang sebagai pakem awalan di laga kontra Dinamo Zagreb (2-0, fase grup) dan Napoli (3-1, Coppa Italia).
Bedanya, dalam dua percobaan sebelumnya Allegri masih menaruh Mandzukic sebagai rekan duet Higuain di depan dengan sokongan Dybala di pos trequartista alias penyerang lubang. (Kompas.com/Beri Bagja)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/gonzalo-higuain_20170504_091538.jpg)