Deretan Fakta Tentang Karangan Bunga di Mabes Polri! Nomor 3 Bikin Tercengang
Karangan-karangan bunga yang sudah berjajar di sana sebagian besar menuliskan dukungan dan ucapan terima kasihnya untuk Presiden RI, Polri, dan TNI.
Penulis: Natalia Bulan Retno Palupi
Editor: Wulan Kurnia Putri
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rikwanto pun memberikan tanggapannya yang serupa.
Menurutnya, karangan-karangan bunga itu menunjukkan kepedulian masyarakat atas kondisi yang tengah terjadi di Indonesia.
2. 'Demam' Karangan bunga, membuat pengusaha bunga kebanjiran pesanan untuk dikirim ke Mabes Polri dan TNI
Karena fenomena 'demam' karangan bunga yang kini membanjiri Mabes Polri, pengusaha bunga pun mengaku mendapatkan pesanan bunga dari berbagai masyarakat.
Pesanan karangan bunga tersebut hendak dikirimkan ke Mabes Polri, Mapolda Metro Jaya, dan Mabes TNI.
Melansir dari Tribunnews.com, Krekot Florist satu diantara toko yang membuka usaha karangan bunga ini mengaku kebanjiran pesanan.
Mereka diminta untuk mengirimkan karangan bunga seharga sekitar Rp 750 ribu sampai Rp 2 juta ke markas kepolisian dan TNI.
"Banyak yang pesan sampai puluhan untuk Polda, Mabes, ke Cilangkap (Mabes TNI) juga," ucap Bobby seorang pekerja Krekot Florist saat dikonfirmasi, Rabu (3/5/2017).
Krekot Florist akan mendapat pesanan untuk dikirimkan hingga, Selasa (9/5/2017).
Mendapat banyak pesanan menjadi kebahagiaan tersendiri bagi pengusaha dan karyawan karangan bunga.
"Karena banyak pesanan, ya kita alhamdulillah saja. Senang. Karena kita mempekerjakan banyak orang. Karena kita, petani bunga jadi lebih baik. Kita ambil petani Bandung, Sukabumi, Semarang, dan Malang," tutur Bobby.
3. Ada satu karangan bunga yang meminta polisi tangkap Habib Rizieq Shihab
Terhitung ada sekitar 200 karangan bunga yang menghiasi seputaran komplet utama Mabes Polri, Gedung Bhayangkari hingga Gedung Divisi Humas Polri.
Umumnya karangan tersebut menyampaikan pesan tulisan berupa dukungan dan ucapan terima kasih kepada pihak kepolisian yang menjaga NKRI dan Pancasila atas dinamika perkara penodaan agama Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Melansir dari Tribunnews.com, diketahui, sebagian besar karangan itu dikirim oleh para alumni kampus, kesatuan mahasiswa, individu, perusahaan, bahkan anonim.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/kiriman-karangan-bunga_20170503_180251.jpg)