Pilgub DKI Jakarta
Tak Terduga! Anies-Sandi Kalahkan Rekor Jokowi-Ahok
Selisih suara pemenang pilkada Jokowi-Ahok di tahun 2012 dan Anies-Sandi di tahun 2017 sebanyak 767.870 suara.
Penulis: Woro Seto
Editor: Tinwarotul Fatonah
Menurut Sandi, putaran kedua Pilkada DKI Jakarta menunjukkan nuansa baru demokrasi pancasila yang penuh keberagaman.
"Kita bisa menatap lima tahun ke depan dengan penuh kebanggaan, kejayaan bahwa kita adalah bagian dari 19 April. Kita adalah bagian dari Jakarta yang Insya Allah maju kotanya dan bahagia warganya," kata dia.
Terkait banyaknya suara yang didapatkan Anies-Sandi memang melebihi suara yang didapat Jokowi-Ahok.
Pada 2012, Jokowi-Basuki memenangkan Pilkada DKI Jakarta dengan perolehan 2.472.130 suara, sementara Anies-Sandi mendapatkan 3.240.000 suara.
Sehingga selisih suara pemenang pilkada Jokowi-Ahok di tahun 2012 dan Anies-Sandi di tahun 2017 sebanyak 767.870 suara.
• Ketika Djarot Bilang Belum Tertarik dengan Rencana Anies-Sandi
Pernyatan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno soal kemenangan
KPU DKI Jakarta telah mengumumkan hasil real count pilkada 2017.
Hasil tersebt menyatakan Anies-Sandi sebagai peraih suara terbanyak.
Dilansir dari Kompas.com, Sandiaga mengungkapkan "Kita bersyukur alhamdulillah bahwa antara real count, quick count dan rekap itu ada kesamaan, ucapnya di Rusunawa Tambora, Jakarta Barat, Minggu (30/4/2017).
Dia pun mengapresiasi putaran kedua berjalan tertib.
Sandi juga memberikan pernyataan mengejutkan.

Sandi menyebut bahwa hasil real count putaran kedua sesuai dengan hasil survei internal tim mereka.
Namun kendati demikian, Sandi mengaku hasil survei tersebut tidak pernah dipublikasikan karena berkaitan dengan strategi tim pemenangan.
"Kami memiliki survei internal yang selalu tidak pernah kami sampaikan kepada publik karena ini menyangkut strategi tim. Capaiannya sudah sesuai dengan survei internal kami," ujar Sandi di Is Plaza, Jakarta Timur, Minggu (30/4/2017).