Breaking News:

Ekstrem! Peringati Hari Buruh, Bakar Karangan Bunga Ahok hingga Gelar Aksi 'Kubur Diri'

Tidak hanya demo untuk menyampaikan aspirasi para buruh saja, namun ada beberapa aksi yang para buruh lakukan untuk memperingati May Day ini.

Penulis: Natalia Bulan Retno Palupi
Editor: Tinwarotul Fatonah
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ribuan buruh dari berbagai elemen memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) dengan turun ke jalan menuju Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (1/5/2016). Dalam peringatan Hari Buruh Internasional 2016, kaum buruh mengajukan tuntutan menolak upah murah serta pencabutan PP No. 78 Tahun 2015, tentang penghentian kriminalisasi buruh Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). 

"Sampah-sampah ini harus segera dibersihkan. Bukan dibiarkan berhari-hari. Mana satpol PP? Kenapa tidak dibersihkan?" tegasnya lagi.

Namun begitu, aksi tersebut dihentikan pihak kepolisian dan Satpol PP dan meminta agar tidak ada lagi karangan bunga yang dibakar buruh.

Lihat aksi selengkapnya dalam video di bawah ini!

Mengharukan! Anak Patmi Ungkap Keinginan Terakhir Sang Ibu Sebelum Berangkat Aksi Dipasung Semen

Petani Karawang gelar aksi 'kubur diri'

Tidak seperti aksi buruh pada umumnya yang melakukan longmarch untuk menyuarakan tuntutan, para petani asal Karawang ini malah menggelar aksi 'kubur diri' di kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta pada, Senin (1/5/2017)

Terlihat ada sebanyak 20 'kuburan' buatan dari papan lengkap beserta tanahnya disiapkan oleh para buruh untuk 'mengubur' para petani.


Aksi demo petani Karawang di peringatan Hari Buruh yang jatuh hari ini dengan aksi 'kubur diri' di kawasan Patung Kuda.
Aksi demo petani Karawang di peringatan Hari Buruh yang jatuh hari ini dengan aksi 'kubur diri' di kawasan Patung Kuda. (TRIBUNNEWS/AMRIYONO PRAKOSO)

Aris, selaku koordinator aksi menjelaskan sama halnya dengan buruh, bahwa mereka juga meminta keadilan kepada pemerintah atas kesewenang-wenangan pengusaha.

Ia menjelaskan keberadaan mereka di sana untuk meminta keadilan kepada pemerintah agar suara para petani dapat lebih diperhatikan lagi.

Viral! Seorang Polisi Tampar Aktivis Buruh Perempuan, Pernyataan Kapolres Tangerang di Luar Dugaan!

Aksi mereka didasari dari pengambilan lahan pertanian oleh PT Pertiwi Lestari yang mengklaim memiliki hak guna lahan sekitar belasan tahun yang lalu.

Sementara, kata Aris, para petani sudah menggarap lahan tersebut sejak awal tahun 1960an.

Aris mengatakan para petani di sana terusir hanya diberikan uang kerahiman sebesar Rp 30 juta, tentu saja mereka tidak mau karena lahan tersebut sudah digarap puluhan tahun oleh petani.

Selain itu, dirinya mengatakan pemerintah daerah setempat menyarankan kepada para petani untuk menerima uang tersebut. (TribunWow.com/Natalia Bulan Retno Palupi)

Sumber: TribunWow.com
Halaman 2/2
Tags:
AhokHari Buruh1 MeiKarawang
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved