Breaking News:

Istimewa! Sekali Foto Bersama Ahok, Pasti Akan Dapat 'Cap' Ini

Tak tanggung-tanggung, antrean warga tersebut bahkan mengular hingga 100 meter panjangnya.

Penulis: Dhika Intan Nurrofi Atmaja
Editor: Tinwarotul Fatonah
Kompas.com/Jessi Carina/Warta Kota/Kolase/TribunWow.com
Antrean warga yang ingin berfoto bersama Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di Balai Kota, Jalan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (28/4/2017) pagi tampak terus mengular. 

Tali tersebut juga mengular mengelilingi barisan warga.

Antrean warga mengular di Pendopo Balai Kota DKI Jakarta untuk sekedar bersalaman dan berfoto dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.
Antrean warga mengular di Pendopo Balai Kota DKI Jakarta untuk sekedar bersalaman dan berfoto dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. (Tribunnews.com/Wahyu Aji)

Dari keseluruhan jalan, tampak antrean memenuhi sepertiga di antaranya.

2. Warga harus melewati metal detector

Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, petugas menyiapkan metal detector.

Suasana di dalam Balai Kota DKI Jakarta pada Jumat (28/4/2017)
Suasana di dalam Balai Kota DKI Jakarta pada Jumat (28/4/2017) (Warta Kota/Mohamad Yusuf)

Warga yang hendak masuk ke kantor Ahok pun harus melewati pemeriksaan terlebih dulu.

Sementara buah tangan, termasuk bunga yang dibawa warga tidak diperbolehkan diserahkan langsung ke Ahok.

Papan Bunga Ahok-Djarot Juga Muncul di Depan Kantor Wali Kota Batam

3. Warga yang sudah berfoto diberi stempel

Warga berfoto bersama Ahok di ruang tamu Balai Kota.

Petugas membagi dua tempat foto. Masing-masing terdapat tujuh kursi.

Ahok duduk di kursi tengah.

Setelah berfoto, warga distempel bertuliskan foto di tangannya.

Seorang wanita dengan bangga memperlihatkan kode di tangannya yang berarti dapat izin untuk bertemu dengan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama.
Seorang wanita dengan bangga memperlihatkan kode di tangannya yang berarti dapat izin untuk bertemu dengan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama. (Tribunnews.com/Wahyu Aji)

Pemberian setempel ini bertujuan agar warga tidak kembali ke barisan dan mengulang sesi foto bersama.

"Stempel dengan tulisan ‘foto’ baru dipakai hari ini. Buat tanda yang sudah foto, biar enggak dua kali mondar mandiri," kata Staf Biro Kerja Sama Daerah dan Hubungan Luar Negeri Michael Oktoviyanes di Balaikota, Jakarta.

"Karena banyak dari kemarin mereka muter-muter terus (setelah foto)," katanya. (TribunWow.com/Dhika Intan)

Sumber: TribunWow.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved