3 Alasan Gerindra Enggan Usung Ridwan Kamil dalam Pilkada Jabar, yang Terakhir Makjleb!
Satu nama yang santer disebut akan maju dalam Pilkada Jawa Barat adalah Ridwan Kamil, tapi sayangnya Emil tidak mendapat dukungan dari Partai Gerindra
Penulis: Dhika Intan Nurrofi Atmaja
Editor: Maya Nirmala Tyas Lalita
"Gerindra amat sangat baik ke Ridwan Kamil, kami tidak pernah menganggu, merongrong dia. Jadi sangat aneh dia meninggalkan Gerindra," ujar Sodik di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (26/4/2017), sebagaimana dikutip dari KOMPAS.com.
"Itu adalah suatu pola yang tidak bagus dalam berpolitik, dalam etika pilkada," kata dia.
Lebih lanjut, Sodik pun menilai perilaku Emil ini sama seperti Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam pilkada DKI Jakarta.
Sebagaimana diketahui, Ahok juga didukung Gerindra hingga akhirnya ia hengkang.
"Kami berpengalaman di kasus Ahok di Jakarta, terus RK. Jadi begitu RK seperti ini, kami ingin fokus dari dalam untuk pencalonan dan akan mencari kombinasi yang baik," ucapnya.
2. Perbedaan visi antara Gerindra dan Emil
Di sisi lain, politisi Partai Gerindra, Fadli Zon menyatakan pihaknya tidak memiliki masalah pribadi dengan Ridwan Kamil.
Wakil Ketua DPR RI itu pun menyatakan ada perbedaan visi antara Gerindra dan Emil yang tak bisa disatukan.
"Kami tidak menolak secara pribadi, hanya ada perbedaan visi dan kepentingan dengan Kang Emil," katanya saat ditemui di Jakarta, Kamis (27/4/2017), sebagaimana dikutip dari Tribunnews.

Senada dengan Sodik, Fadli Zon juga menyatakan perbedaan visi terkait dukungan dalam pilpres pun berpengaruh besar.
Hal itu terkait kepastian Emil didukung Partai Nasional Demokrat (Nasdem) dan akan mendukung Presiden Joko Widodo di 2019.
"Sedangkan kami jelas mendukung Pak Prabowo Subianto di 2019. Jelas ada perbedaan kepentingan di sini," ujar Fadli Zon.
3. Gerindra menilai Emil tak konsisten
Sodik Mudjahid menyatakan Gerindra selalu memberikan dukungan untuk Emil selama ia menjabat Wali Kota Bandung.
Sayang, menurut pernyataan Sodik, hal baik tersebut tak berbalik untuk partai.