Jokowi Pernah Beri Peluang Kepala Daerah Jadi Menteri, Tanda-tanda Buat Ahok?
Bahkan sebelum berhembus kencang isu Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan dijadikan menteri setelah kalah Pilkada DKI Jakarta 2017.
Penulis: Tinwarotul Fatonah
Editor: Tinwarotul Fatonah
"Kedua, integritas, rekam jejak jangan berada di wilayah abu-abu," kata Arif.
• Akhirnya! Jokowi Angkat Bicara Soal Jabatan Menteri Untuk Ahok!
Ia tidak ingin menteri terpilih pernah terlibat dengan suatu kasus tindak pidana korupsi atau terdengar pernah menerima imbalan atas kekuasannya.
Menurut dia, pemerintahan tanpa integritas tidak mungkin mendapat dukungan dari rakyat.
Hal ketiga menurut dia yang jarang disebut adalah para menteri harus memiliki loyalitas.
Loyalitas menjadi masalah, terutama pada kabinet setelah era Orde Baru, mengapa kabinet tidak bisa bekerja secara efektif.
Tanpa loyalitas, keutuhan pemerintahan akan terganggu dan akan mengganggu stabilitas politik.
• Isu Reshuffle Menyeruak, Begini Penjelasan Mengejutkan dari Presiden Jokowi!
Selain memiliki integritas dan berkomitmen bekerja demi rakyat, menteri juga harus tunduk kepada presiden dan bukan partai politik sehingga hal tersebut menuntut keberanian Jokowi untuk menolak mereka yang memiliki jabatan di partai.
Menteri terpilih juga harus bisa menerjemahkan visi Joko Widodo menjadikan Indonesia sebagai negara poros maritim dunia dengan memberi kesempatan putra daerah untuk menjabat sebagai menteri.
Jokowi pun menegaskan gubernur maupun bupati atau wali kota bisa masuk kabinet selama memenuhi syarat, seperti integritas, bermoral, dan mempunyai rekam jejak yang sudah teruji, serta mempunyai keberanian mengambil keputusan.
Jadi apakah Ahok bisa menjadi menteri dengan apa yang sudah dikerjakan Ahok selama ini? (TribunWow.com/Tinwarotul Fatonah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/jokowi-ahok-01_20170217_143921.jpg)