Amerika Serikat Luncurkan Bom Non Nuklir Terdahsyat ke Afganistan, Ini Perintah Trump?
Pihak Militer Amerika Serikat menjatuhkan bom non-nuklir terkuatnya dengan kelompok radikal ISIS yang bermarkas di Afganistan pada Kamis (13/4/2017).
Penulis: Natalia Bulan Retno Palupi
Editor: Galih Pangestu Jati
TRIBUNWOW.COM - Pihak Militer Amerika Serikat menjatuhkan bom non-nuklir terkuatnya dengan kelompok radikal ISIS yang bermarkas di Afganistan yang menjadi targetnya pada Kamis (13/4/2017).
Menurut pejabat Amerika Serikat, jenis senjata ini baru pertama kalinya digunakan dalam pertempuran negara.
Bom non-nuklir bejenis GBU-43/B Massive Ordnance Air Blast Bomb (MOAB), atau yang dijuluki "mother of all bombs" ini dijatuhkan pada pukul 19.32 waktu setempat.
Bom non-nuklir MOAB ini sepanjang 30 kaki dan berat 21.600 pon dan mesiu yang dipandu dengan GPS.
• Busyet! Nenek 82 Tahun Ini Buat Pangsit di Siang Hari, Malamnya Jadi DJ
Presiden Donald Trump menyebut peluncuran bom non-nuklir tersebut sebagai pekerjaan yang sukses, Kamis (13/4/2017).
Bom itu dijatuhkan oleh sebuah pesawat tempur MC-130 yang bertugas di Afganistan dan dioperasikan oleh Angkatan Udara Komando Khusus.
Hal ini disampaikan oleh juru bicara Pentagon, Adam Stump.
Para pejabat mengatakan, yang menjadi target dari bom ini adalah gua dan terowongan tempat kelompok radikal ini bermarkas di distrik Achin, Provinsi Nangarhar, yang merupakan daerah terpencil di timur negara tersebut dan berbatasan dengan Pakistan.
Dewan Sekretaris Pers Gedung Putih, Sean Spicer mengatakan, bahwa Amerika Serikat sangat serius untuk memerangi ISIS.
• Anggota DPRD Tepergok Mesum dengan Gadis 17 Tahun di Dalam Mobil Dinas
Oleh karena itu, Amerika Serikat langsung menyerang markas ISIS, tempat mereka bebas bergerak.
Duta Besar Afganistan untuk Amerika Serikat, Hamdullah Mohib, mengatakan bahwa bom dijatuhkan setelah pertempuran intensif selama seminggu terakhir antara Pasukan Khusus Amerika Serikat dan pasukan Afganistan melawan ISIS.
Kedua pasukan tersebut tidak dapat menyerang langsung ke markas ISIS karena tempat tersebut sudah ditanami oleh bahan-bahan peledak, sehingga peluncuran bom non nuklir ini bertujuan untuk membersihkan terowongan markas ISIS.
Namun, Trump menolak mengatakan bahwa dirinya secara pribadi menandatangani keputusan peluncuran bom non-nuklir ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/ilustrasi_20170414_131108.jpg)