'Mengemis' untuk Keliling Dunia, Tren Baru dari 'Beg-Packer' yang Bikin Warga Gemes
Namun tetap saja aktivitas mereka membuat beberapa warga menjadi 'gerah' dengan keberadaan mereka.
Penulis: Woro Seto
Editor: Wahid Nurdin
Dilansir dari TribunManado.com ,'Beg-packers' pertama kali muncul tahun 2016, ketika Maisarah Abu Samah dari Singapura mengunggah dua gambar wisatawan yang mengemis di Twitter.
"Ini pertama kalinya saya melihat sesuatu seperti ini dan menghentikan langkah saya," tulisnya.
Menurut dia, pertama-tama dia melihat banyak orang yang menjual pernak-pernik atau bermain musik di jalan di Singapuran karena ada aturan ketat yang mengatur kegiatan ini.
"Dan, jika anda kebetulan melihat PKL atau artis jalanan, mereka biasanya di pusat kota dan tidak di dekat halte bus kelas yang relatif menengah seperti ini," kata dia.
Inilah komentar Netizen
@v4jr4 :"Ga cuma di Bangkok sih. Pernah nemu yang gini di Sinciapoh sama Malacca juga"
@doggudoggu :"Terus apa bedanya sama bule kere yang ujungnya jadi eyesore dan beban di negara orang?"
@Fido_Dildo :"Haha dan kita dianggap kelas gembel ama bule2 itu :')) pdhl gak sedikit dari kita yg malah economically lebih sejahtera."
(TribunWow.com / Woro Seto)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/beg-packer_20170413_215752.jpg)