Pengakuan Anggota Skuat Maut: Saya Bunuh 200 Orang, Termasuk Saudara Sendiri
Arturo Lascañas adalah seorang polisi senior Filipina dan pembunuh massal yang mengakui tindakannya.
Penulis: Mohamad Yoenus
Editor: Mohamad Yoenus
"Saat itu saya punya pola pikir bahwa membunuh para pelaku kriminal ini sebenarnya merupakan pelayanan bagi banyak orang. Jadi kami tidak takut akan Tuhan dan kekudusan hidup. Tapi kini saya sadar bahwa saya takut mati. Itulah mengapa saya menyadari bahwa nyawa seorang pelaku kriminal dan nyawa semua orang sama di mata Tuhan."
Kabur ke Singapura
Setelah berbulan-bulan hidup dalam persembunyian, Arturo Lascañas kabur ke Singapura.
Dia meninggalkan Filipina pada Sabtu (8/4/2017) malam menggunakan maskapai Tiger Airways.
"Saya menerima ancaman bahwa saya akan dituntut dan juga ada orang-orang mencari saya," kata Lascañas kepada wartawan Filipina sesaat sebelum bertolak ke Singapura.
Ini adalah pertama kalinya Lascañas meninggalkan Filipina.
Kepada imigrasi Filipina, dia menunjukkan tiket pulang dari Singapura pada 22 April. Namun, belum jelas apakah dia akan kembali.
Ketika bertemu dengan BBC di Filipina, Lascañas mengaku hidupnya sudah selesai.
"Saya yakin saya akan dipenjara atau dibunuh. Kemungkinannya hanya satu dari dua itu. Hidup saya ada di tangan Tuhan."(BBC Indonesia/Pascal S Bin Saju)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/keluarga-korban_20170412_201247.jpg)