Menakjubkan! Lelaki Ini Gerakkan Tubuhnya Menggunakan Komputer!
Ian Burkhart adalah pria tunadaksa pertama yang diimplantasi dengan teknologi canggih yang memungkinkannya untuk kembali menggerakkan tangan.
Penulis: Ika Alya Iqlima Ghaisani
Editor: Galih Pangestu Jati
TRIBUNWOW.COM - Ian Burkhart adalah pria tunadaksa pertama yang diimplantasi dengan teknologi canggih yang memungkinkannya untuk kembali menggerakkan tangan.
Implantasi teknologi ini mengirimkan sinyal dari otak Ian kepada otot-otot tangannya, membuatnya menggerakkan seluruh bagian tangan kanannya.
Ian mengalami patah leher setelah menyelam saat liburan di Outer Banks, Carolina Selatan, pada usia 19 tahun.
Kejadian menyeramkan itu membuatnya lumpuh dan sama sekali tak bisa menggerakkan tangan dan kakinya.
• Sosok Rupawan Mantan Ratu Kecantikan Ikut Jalani Wajib Militer, Alasannya Bikin Para Pria Lemas!
Ia akhirnya mengetahui bahwa seorang peneliti dari Ohio State University di Columbus yang berada 25 menit dari rumahnya sedang mengembangkan teknologi reanimasi.
Ian pun memutuskan untuk menawarkan diri untuk diberikan implantasi microchip tersebut.
Dikutip dari Nature.com, hasil penelitian yang dipimpin oleh Chad Bouton di Feinstein Institute for Medical Research di Manhasset, New York, diterbitkan pada tanggal 13 April 2016 di Nature.
Dua tahun yang lalu, saat berusia 24 tahun, Ian mendapatkan reanimasi di tangan kanan, pergelangan tangan kanan, dan jemarinya saat ia disambungkan dengan peralatan di laboratorium.
Mereka terus mempelajari dan mengobservasi perkembangan Ian selama penelitian.

Dengan latihan yang berulang dan terus dikontrol, Ian sudah bisa menggenggam botol dan mengambil kartu kredit dengan perangkat yang langsung tersambung pada otaknya.
Sebuah software spesial yang bisa menerjemahkan kode dari pikirannya mengubahnya menjadi sinyal elektrik ke tangannya, melewati syaraf-syaraf mati di tulang belakangnya.
• Derita Anak Pejabat, 3 Tulisan Ungkapan Perasaan Putri Fadli Zon Jadi Buktinya!
Ian bahkan sudah mendapatkan kontrol dari setiap gerakan tangannya yang langsung distimulasi otaknya hingga tahap yang mencengangkan.
"Ini sangat gila karena aku sudah kehilangan sensasi di tanganku. Aku harus melihat tanganku untuk mengetahui apakah aku menggenggam sesuatu, atau meregangkan jemariku," ungkap Ian Burkhart, mahasiswa jurusan bisnis ini dalam sebuah interview, sebagaimana dikutip dari New York Times.
