Di Tanggal yang Sama Sebelum Tragedi Westminster Bridge, Brussel Juga Dihebohkan Aksi Terorisme
Aksi teror menggemparkan London, Rabu (22/3/2017). Tak hanya London, setahun silam, pada tanggal yang sama terjadi peledakan di bagian Eropa lainnya.
Penulis: Natalia Bulan Retno Palupi
Editor: Maya Nirmala Tyas Lalita
TRIBUNWOW.COM - Aksi teror menggemparkan Kota London, Inggris, pada Rabu (22/3/2017).
Peristiwa tersebut menyebabkan 5 orang tewas dan 40 orang terluka.
Penyerangan dilakukan oleh pelaku dengan menerobos Westminster Bridge terlebih dahulu dan menabrak para pejalan kaki.
Pada akhirnya, pelaku menabrak tembok Gedung Parlemen Inggris.
Aksi teror ini tentunya mendapat kecaman keras dari seluruh dunia.
Para pemimpin dari berbagai dunia menyampaikan belasungkawanya terhadap peristiwa tragis yang terjadi di London itu.
Namun, tahukah kamu, setahun yang lalu, pada tanggal yang sama, juga pernah terjadi aksi teror di bagian Eropa lainnya.
Adalah aksi teror pengeboman Brussel yang terjadi pada tanggal 22 Maret 2016.
Tiga ledakan terjadi di Brussel, Belgia.
Dua ledakan terjadi di Bandar Udara Brussel dan satu lagi terjadi di Stasiun Bawah Tanah Maalbeek.
Dua ledakan yang terjadi di ruang keberangkatan Internasional Bandar Udara Brussel itu diawali oleh ledakan terjadi di dekat loket American Airlines dan Brussels Airlines.
Selanjutnya, ledakan kembali terdengar di gerai kopi Starbucks.
Kedua ledakan tersebut dipicu oleh pengebom bunuh diri.
Jendela gedung terminal utama pecah dan sejumlah perlengkapan bandara rusak parah.
Badan berita Belgia melaporkan, terdengar suara tembakan dan teriakan dalam Bahasa Arab sebelum ledakan terjadi.
Setelah peristiwa ledakan ini, bandara ditutup dan semua penerbangan selanjutnya dibatalkan.
Semua pesawat yang hendak mendarat dibatalkan atau dialihkan ke bandara terdekat, seperti Charleroi Brussel dan Schiphol Amsterdam.
Dikutip dari Kompas.com, Juru bicara Pusat Krisis Belgia, Benoit Ramacker, mengatakan, korban tewas akibat serangan bom itu ditetapkan 28 orang.
Tak hanya di Bandar Udara Brussel, ledakan berikutnya terjadi di Stasiun Bawah Tanah Maalbeek dan Schuman sekitar pukul 09.11 waktu setempat.
Seketika Brussels Metro langsung menghentikan operasinya.
Sejumlah laporan menyatakan bahwa 15 orang tewas akibat ledakan ini.
55 orang lainnya cedera dan 10 di antaranya cedera kritis
Akibat pengeboman Brussels ini, 340 orang dari 19 negara terluka.
ISIS Klaim bertanggung jawab atas serangan teror di Brussels
Dilansir dari Kompas.com, Kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) mengkalim bertanggung jawab atas serangan teror di dua lokasi di Brussels, Ibu Kota Belgia, yang terjadi pada 22 Maret 2016 silam.
Aamag, media yang dikelola jaringan teroris tersebut mengungkapkan, pejuang ISIS telah melancarkan serangan bom berseri menggunakan sabuk peledak dan perangkat yang menarget bandara dan stasiun metro di pusat Brussels.
Serangan ke Belgia itu dilakukan karena negara itu terlibat dalam koalisi melawan kelompok ISIS.
Dalam pernyataannya di media tersebut, mereka mengatakan, ISIS melepaskan tembakan di dalam Bandara Zaventem, sebelum beberapa dari mereka meledakkan sabuk berpeledak.
Sementara itu, satu pengebom berani mati meledakkan sabuk berpeledak di stasiun metro Maalbeek.
Otoritas Belgia telah merilis gambar tiga terduga pelaku serangan teror di Bandara Zaventem, ibu kota Belgia.
Kantor berita Belgia menyatakan, gambar ketiga terduga diambil dari hasil rekaman kamera pengawas di bandara.
Gambar tersebut dirilis oleh polisi atas permintaan jaksa federal.
Tampak tiga pria mendorong troli dengan koper melewati area pelaporan tiket (check in).
Dua orang berambut hitam dan satu lagi memakai topi.
Tidak dijelaskan apakah semua terduga itu tewas dalam dua ledakan di bandara.
Jaksa federal hanya menyebutkan, satu dari dua ledakan diduga akibat bom bunuh diri.
Polisi juga telah menemukan satu senjata serbu Kalashnikov di samping mayat pelaku serangan bunuh diri, tetapi polisi belum merilis identitas pelaku.
Akibat ledakan bom di dua tempat di Brussels, dengan ledakan ketiga terjadi di stasiun metro Maalbeek, semua negara di Eropa meningkatkan keamanannya di bandara, stasiun kereta, terminal bus, dan trem. Belgia menaikkan kesiagaan ke tingkat tertinggi.
Serangan teror di Brussels ini menunjukkan, jaringan jihad Molenbeek, Belgia, dan di seluruh Eropa masih mampu melakukan serangan dengan mengakibatkan korban massal. (TribunWow.com/Natalia Bulan Retno Palupi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/bandara-brussels_20170323_200108.jpg)