Breaking News:

Pilgub DKI Jakarta

Perdebatan Ahok VS Anies-Sandi Terkait Reklamasi Bawa Nama Soeharto

Nama mantan presiden Soeharto bahkan disebut dalam perdebatan Ahok dan Anies-Sandi soal reklamasi.

Penulis: Fachri Sakti Nugroho
Editor: Tinwarotul Fatonah
Istimewa

TRIBUNWOW.COM - Calon gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan dua, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terlibat perdebatan dengan pasangan nomor pemilihan tiga Anies Baswedan-Sandiaga Uno mengenai proyek reklamasi.

Nama mantan presiden Soeharto bahkan disebut dalam perdebatan tersebut.

Awalnya, awak media bertanya kepada Ahok tentang putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta yang memenangkan gugatan nelayan terkait pembatalan izin reklamasi Pulau K, F, dan I.

Ahok mengungkapkan aturan reklamasi tidak dibuat saat pemerintahannya.

"Aturan reklamasi sudah ada pada masa pemerintahan Soeharto," ungkap Ahok.

Aturan yang dimaksud oleh Ahok adalah Keputusan Presiden Nomor 52 Tahun 1995 tentang reklamasi Pantai Utara Jakarta dan peraturan daerah (perda) Nomor 8 Tahun 1995.

Ahok juga menjelaskan satu di antara pengembang reklamasi adalah perusahaan dari anak mantan presiden Soeharto.

Perusahaan yang dimaksud Ahok tersebut adalah PT Mandala Krida Yudha.

"Pak Harto sudah mengkaji dengan baik. Mau reklamasi siapa? Pak Harto. Tahun 90-an, Pak Harto (mengeluarkan aturan) reklamasi," ucap Ahok di Jalan Talang, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (17/3/2017) seperti dikutip dari Kompas.com.

"Kamu bicara 'Keluarga Cendana' toh, yang punya PT pertama (pengembang) siapa? Anak Pak Harto. Perusahaannya dia. Gimana mau jelasinnya?" tambah Ahok.

Ahok mempertanyakan sikap Anies-Sandi yang ingin menghentikan reklamasi jika terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur nanti.

"Nah, sekarang 'Keluarga Cendana' dukung nomor tiga, sementara nomor tiga nggak setuju reklamasi. Berarti menghina Pak Harto dong yang membuat reklamasi," ujar Ahok.

Baca: Bikin Polling Pilkada DKI Putaran 2, Iwan Fals Ucapkan Selamat untuk Pemenang, Ahok atau Anies?

Tanggapan Anies

Anies Baswedan mengaku heran atas pernyataan Ahok yang menyebut Anies menghina mantan Presiden Soeharto lantaran menolak reklamasi.

Anies mengungkapkan Ahok justru tidak bisa move on dari bayang-bayang Orde Baru.

"Justru koreksi atas masa lalu itu dilakukan. Kenapa partai-partai (politik) ini bermunculan? Koreksi atas era Orde Baru, termasuk kebijakan-kebijakannya. Lah kok sekarang malah mendukung kebijakan masa lalu?" kata Anies saat ditemui Kompas.com di GOR Jakarta Utara, Sabtu (18/3/2017).

Anies mengungkapkan konteks reklamasi harus dlihat secara menyeluruh.

Menurut Anies, proyek reklamasi ini hanya menguntungkan para pengembang dan orang kalangan menengah ke atas.

Sedangkan para nelayan lebih banyak dirugikan atas proyek reklamasi.

"Di mana letak (Ahok) sebenarnya? Where are you? Bagian dari masa lalu atau masa depan? Mari kita menjadi bagian dari masa depan," tutur Anies.

Baca: Potret Anies Baswedan Saat Jabat Mendikbud Tiba-tiba Jadi Kontroversi Jelang Putaran Kedua

Sandiaga akan hentikan proyek reklamasi

Calon wakil gubernur DKI Jakarta nomor pemilihan tiga, Sandiaga Uno, mengaku akan menghentikan proyek reklamasi di Teluk Jakarta apabila terpilih.

"Kami mengambil keputusan untuk dihentikan (proyek reklamasi)," ujar Sandiaga kepada Kompas.com di kawasan Petojo, Jakarta Pusat, Jumat (17/3/2017).

Baca: Lihat Ulah Sandiaga Uno di Belakang Reporter Televisi saat Siaran Ini, Bikin Geleng-geleng Kepala!

Sandiaga menambahkan, jika reklamasi dihentikan, ia akan mengajak semua elemen terkait untuk berembuk bersama.

"Kita mau win-win solution, warga diberikan kemenangan, tetapi yang investasi dipastikan juga tidak dirugikan, yang sudah beli tanah di sana juga bisa mendapatkan uang kembali," ucapnya.

Sandiaga menyarankan supaya lokasi reklamasi ini dibangun sebagai tempat wisata supaya semua pihak dapat merasakan manfaatnya.

"Bagaimana reklamasi yang sudah berjalan ini bisa justru dipakai segera untuk kepentingan rakyat banyak, kepentingan publik, penciptaan lapangan kerja, pariwisata dikembangkan, revitalisasi kawasan pesisir, dan bagaimana rakyat merasa terwakilkan," pungkasnya. (Kompas.com/Tribunwow.com/Fachri Sakti Nugroho)

Sumber: TribunWow.com
Tags:
SoehartoBasuki Tjahaja Purnama (Ahok)Anies BaswedanSandiaga UnoPilkada Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved