Breaking News:

Unik! Dukun Malaysia ini Melakukan Ritual Menangkal Serangan Korea Utara

Hubungan kedua negara itu kian memburuk, dan bahkan terdengar kabar akan terjadi perang jika hubungan keduanya belum juga membaik.

Penulis: Ekarista Rahmawati Putri
Editor: Wulan Kurnia Putri
Twitter @RajaBomoh_Ibra
Raja Bomoh 

Raja Bomoh pernah menjadi tokoh kontroversial setelah ia melakukan ritual di Bandara Internasional Kuala Lumpur.

Ritual itu dipercaya membantu untuk menemukan pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang.

Dalam video singkat yang baru-baru ini beredar, tampak Raja bomoh dan tiga asistennya melakukan ritual di tepi pantai.

Media ritual yang digunakan antara lain dua kelapa dan sepasang tongkat, lima meriam bambu dan semangkuk air laut .

Baca: Gara-gara Hal Ini Beberapa Netizen Ingin Berguru pada Kiwil

Sementara, dua orang asistennya memegang karpet dan semangkuk air laut.

Bomoh yang mengenakan setelan jas formal membaca mantra dengan lantang sembari melemparkan kelapa ke air.

Dia juga memercik-mercikkan air ke laut.

Dia menyatakan bahwa ritual itu merupakan upaya untuk melindungi Malaysia dari bahaya.

"Kali ini, ritual ini dimaksudkan untuk melindungi Malaysia dari ancaman atau serangan dari negara lain terutama Korea Utara," ungkap Raja Bomoh Sedunia seperti dikutip dari New Strait Times.

Baca: Waduh! Gubernur Jawa Tengah Berani Melawan Perintah Presiden Jokowi?

"Selain itu, ritual ini juga untuk melunakkan hati Pemimpin Tertinggi Korea Utara sehingga ia akan segera melepaskan 11 orang dari Malaysia yang ditawannya dan mengatasi situasi ini ," kata Ibrahim.

Seperti diketahui hubungan diplomatik Malaysia dan Korea Utara sedang tegang setelah kasus Kim Jong Nam yang dibunuh di Malaysia.

Dukun tersebut menjelaskan meriam bambu adalah simbol penting dan tidak dimaksudkan untuk tidak memprovokasi siapapun.

Video ini bahkan memperingatkan orang-orang untuk tidak melakukan ritual di rumah. (TribunWow.com/ Ekarista Rahmawati P.)

Sumber: TribunWow.com
Halaman 2/2
Tags:
MalaysiaIndonesiaKorea Utara
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved