Kisah 4 Pria 'Biasa' yang Beruntung Bisa Langsung 'Ngobrol' dengan Raja Salman
Namun berbeda dengan empat orang beruntung ini, mereka bisa dengan gampang berbincang dengan Raja Salman di setiap kesempatan.
Penulis: Tinwarotul Fatonah
Editor: Tinwarotul Fatonah
TRIBUNWOW.COM - Ketatnya keamanan dari Pasukan Pengamanan Presiden (Paspamres) dan Protokoler Arab Saudi membuat Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud tak dapat bercengkrama secara langsung dengan masyarakat.
Akhirnya, di setiap kunjungan, warga hanya bisa memoto maupun melambaikan tangan kepada Sang Penjaga Dua Kota Suci itu.
Namun berbeda dengan empat orang beruntung ini, mereka bisa dengan gampang berbincang dengan Raja Salman di setiap kesempatan.
Mereka bahkan bisa merasakan kedekatan dengan Raja Salman melebihi pemerintah dan tamu kehormatan karena langsung berkomunikasi dengan Raja Salman.
Baca: Jusuf Kalla Bikin Raja Salman Kaget, Inilah Percakapan Lengkap Keduanya!
Mereka adalah para penerjemah yang bertugas menerjemahkan Bahasa Arab ke Bahasa Indonesia.
Tak sembarang orang dapat melakukan tugas itu.
Setidaknya, mereka telah berpengalaman mengalihbahasakan para-para tamu negara.
Dikutip dari Tribunnews.com, berikut nama-nama penerjemah tersebut Unslil Habib (anggota staf Kedutaan Besar Republik Indonesia di Riyadh), Muhammad Sahrul Murojab (diplomat di Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia), Abdul Wadud (penerjemah kepresidenan), dan Muchlis M. Hanafi (Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Quran Kementerian Agama).
Mereka dibagi tugas untuk menjadi penerjemah di beberapa tempat.
Seperti Abdul Wadud yang menerjemahkan pidato Raja Salman di Ruang Rapat Paripurna I Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.
Unslil Habib, sewaktu jamuan makan siang di Istana Bogor.
M Sahrul Murajjab yang menjembatani pembicaraan antara Jokowi dengan Raja Salman, saat pertemuan empat mata antara Presiden Jokowi dengan Raja Salman, dan beberapa pertemuan bilateral sepanjang kunjungan Raja Salman.
Satu kisah dari penerjemah Muchlis, yang mendadak ditunjuk sebagai penerjemah Raja Salman.
Jokowi meminta Muchlis menjadi penerjemah dan menjembatani komunikasi antara Presiden Republik Indonesia dan Raja Arab Saudi.
