Breaking News:

Fakta Membuktikan Junk Food Tidak Lebih Murah dari Makanan Sehat, Ini Kata Peneliti

Makanan cepat saji bisa mencapai Rp 32 ribu per kilogram, sementara makanan sehat tidak sampai semahal itu.

Penulis: Ika Alya Iqlima Ghaisani
Editor: suut amdani
heartquery.com
Ilustrasi junk food 

TRIBUNWOW.COM - The Institute of Economic Affair (Institusi Urusan Ekonomi) melaporkan bahwa jumlah gula dan lemak dalam makanan tinggi kalori sangat tidak berguna.

Hal ini dikarenakan, dua zat tersebut tidak akan mengubah pola makan sebuah negara.

Pembandingan harga-harga dari 78 produk dari dua supermarket terbesar membuktikan bahwa makanan junk food lebih mahal daripada makanan sehat.

Makanan cepat saji bisa mencapai Rp 32 ribu per kilogram, sementara makanan sehat tidak sampai semahal itu.


Buah-buahan dan sayuran
Buah-buahan dan sayuran (rosannadvisonnutrition.com)

Dikutip dari Mirror, laporan tersebut menyatakan bahwa obesitas dan rendahnya nutrisi karena perekonomian yang rendah sangat tidak sinkron.

"Jika kita melihat dari sisi perekonomian, mereka yang termasuk menengah ke bawah akan lebih banyak makan makanan sehat," begitu tulisan yang ada pada laporan tersebut.

Penulis Chris Snowdon, kepala lifestyle ekonomi IEA juga menambahkan bahwa Inggris tak perlu sampai mengubah pola makan mereka dengan ekstrem.

Menyeimbangkan pola makan mereka saja sudah cukup.

"Diet dengan nasi, daging putih, buah-buahan dan sayuran jauh lebih murah daripada diet dengan makanan cepat saji, minuman bersoda, dan fast food," lanjutnya.

Ungkapan bahwa buruknya nutrisi dikarenakan oleh tingginya harga makanan sehat sangat salah.

Hanya saja, mereka lebih memilih makanan cepat saji karena rasa dan kemudahan yang mereka dapatkan. (TribunWow.com / Alya Iqlima)

Sumber: TribunWow.com
Tags:
The Institute of Economic AffairTribunWow.comTips Kesehatan
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved