Breaking News:

Pidato di Australia, Presiden Jokowi: Kerja Kok Pesimis

Presiden Joko Widodo menyampaikan pidatonya saat bertemu dengan warga Indonesia di Australia, Minggu (26/2/2017).

Penulis: Fachri Sakti Nugroho
Editor: Maya Nirmala Tyas Lalita
Humas/Anggun
Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana saat bertemu dengan warga Indonesia di Sydney, Australia, Minggu (26/2). 

Presiden RI Joko Widodo menuturkan, selama 71 tahun merdeka, Indonesia hanya memiliki 53,000 MW listrik.

“Bayangkan. 53.000 MW dalam 71 tahun, lha ini dalam 5 tahun 35.000 MW enggak mungkin, banyak yang bilang seperti itu. Tapi nanti misalnya tidak selesai 35.000 MW, selesai 25.000 MW itupun sebuah pekerjaan yang luar biasa loncatannya. Saya meyakini di atas itu masih bisa. Ini kita masih punya waktu 2,5 tahun lebih,” ujar Presiden Jokowi.

Karena itu, lanjut Presiden, kesempatan ini harus dikerjakan pagi, siang, dan malam, 3 shift.

Jika biasanya kerja hanya pagi sampai sore, tutur Presiden, proyek ini harus dikerjakan dari pagi hingga pagi.

“Memang ini kita kekurangan. Setiap saya ke provinsi, setiap saya ke daerah, setiap saya ke kabupaten keluhannya, orang marah, masalah listrik yang biarpet. Saya bagian dapat marah-marahnya saja. Enggak apa-apa, itu memang bagian dari amanah yang diberikan kepada saya,” terang Presiden.

Pembangunan Jalan Tol

Jokowi mengatakan pembangunan jalan tol akan mengurangi pengeluaran dalam distribusi.

"Kenapa ini kita bangun, supaya nanti logistic cost, transportation cost itu bisa semuanya turun karena lebih cepat, karena jalannya bebas hambatan. Akhirnya apa? Nanti harga barang-barang akan juga turun," ujar Jokowi.

Jokowi juga mengungkapkan hasil dari pembangunan jalan di pulau Sumatera.

“Inilah yang sudah kita mulai. Ini gambar-gambarnya ada, yang Trans Sumatera, ini dari Lampung ke atas menuju ke Aceh,” ungkap Presiden.

Diakui Presiden Jokowi, orang sering menyangsikan apa yang akan ia lakukan.

“Pak, paling-paling groundbreaking, setelah itu enggak dimulai," ujarnya.

"Ya silakan, wong ada gambarnya," lanjut presiden.

“Enggak percaya ya datang saja ke Lampung, ke Palembang, apakah sudah jadi seperti digambar ini atau tidak. Karena ini setelah groundbreaking, hampir 5 kali saya datangi, saya datangi, saya datangi, saya datangi lagi, saya datangi lagi. Saya cek, saya cek, saya cek, saya cek, saya cek lagi. Jadi yang kerja juga merasa diawasi,” tegasnya.

Jokowi mengatakan bahwa kerja itu memang harus diawasi.

Sehingga para pekerja itu merasa ada yang mengontrol.

“Ini yang sering tidak dilakukan. Sehingga tol Trans Sumatera, tol Manado Bitung, tol Balikpapan, Samarinda yang berhenti ini 8 tahun sudah mulai semuanya. Kita harapkan nanti, nanti bisa kita ukur setelah 5 tahun diukur berapa kilo, nanti akan kelihatan,” tuturnya. (Tribunwow.com/Fachri Sakti Nugroho)

Sumber: TribunWow.com
Halaman 2/2
Tags:
AustraliaPresiden Joko Widodo (Jokowi)Aceh
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved