Breaking News:

Kisah Perjuangan! Dari Penjual Gorengan Hingga PRT, yang Berhasil Menjadi Sarjana

Inilah kisah-kisah mengharukan dari para mahasiswa, yang lulus dengan predikat baik, meskipun berasal dari keluarga sederhana.

Penulis: Ika Alya Iqlima Ghaisani
Editor: Wulan Kurnia Putri
Akun Instagram @jogja
Kisah Perjuangan! Dari Penjual Gorengan Hingga PRT, yang Berhasil Menjadi Sarjana 

TRIBUNWOW.COM - Mendapatkan pendidikan yang layak, adalah hak setiap warga negara.

Bisa menempuh pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi merupakan impian semua orang.

Tidak hanya mereka yang memiliki banyak uang, namun juga bagi yang berhasal dari keluarga miskin.

Inilah kisah-kisah mengharukan dari para mahasiswa, yang lulus dengan predikat baik, meskipun berasal dari keluarga sederhana.

1. Asnawi, Mahasiswa Univeritas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY)

Asnawi saat wisuda Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Sabtu (11/2/2017)
Asnawi saat wisuda Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Sabtu (11/2/2017) (UMY.ac.id)

Asnawi, mahasiswa asal Bangka, yang berhasil meraih gelar Sarjana Ekonomi dengan IPK 3,39 ini, menyelesaikan kuliahnya dengan berjualan gorengan.

"Saya pernah bernazar dulu, pokoknya kalau saya lulus saya akan pakai toga dengan membawa dagangan saya. Saya ingin menunjukkan bahwa penjual gorengan juga bisa menyelesaikan kuliah, saya membayar kuliah dan membiayai hidup saya juga pakai ini, " ujar Asnawi saat diwawancarai oleh UMY.

Mahasiswa yang kerap disapa Awi ini, mulai berjualan gorengan pada tahun 2006 silam.

Pada tahun 2009, Awi mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan sekolahnya ke jenjang SMA.

Tahun 2010, ia mengikuti pertukaran pelajar ke Yogyakarta, dan ditempatkan di SMKN 7 Yogyakarta.

Walaupun menjalani perkuliahan sambil berjualan, Awi juga pernah hampir menyerah.

Namun, keinginannya untuk menempuh pendidikan tinggi, mampu mengalahkan hinaan yang ia terima.

Kedua orangtuanya berjualan gorengan, kakak perempuannya memiliki usaha jahit, dan adik perempuannya berjualan baju dan kaos.

Awi tidak berjualan di hari Minggu untuk beristirahat, setelah setiap hari bekerja sembari kuliah.

2. Darwati, Universitas 17 Agustus 1945, Semarang

Darwati (23) (kanan), foto bersama keluarganya di sela prosesi wisuda. Darwati yang bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga itu berhasil menyabet lulusan terbaik, dengan IPK 3,68.
Darwati (23) (kanan), foto bersama keluarganya di sela prosesi wisuda. Darwati yang bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga itu berhasil menyabet lulusan terbaik, dengan IPK 3,68. (Dokumen Pribadi Darwanti)
Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/3
Tags:
Univeritas Muhammadiyah YogyakartaUniversitas Negeri SemarangUniversitas 17 Agustus 1945
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved