Pembunuhan Kim Jong Nam
Usai Kunjungi Siti Aisyah, Wakil Dubes Indonesia Beri Keterangan Berbeda dengan Kepolisian Malaysia
Setelah bertemu Wakil Duta Besar Indonesia, Siti Aisya memberi keterangan berikut ini yang kemudian justru dibantah oleh kepolisian Malaysia.
Editor: Maya Nirmala Tyas Lalita
TRIBUNWOW.COM, MALAYSIA - Pihak kepolisian Malaysia masih terus mendalami kasus pembunuhan Kim Jong-Nam.
Kim Jong-Nam sendiri merupakan saudara tiri penguasa Korea Utara, Kim Jong-Un.
Mereka dilahirkan dari ibu yang berbeda namun memiliki ayah yang sama, Kim Jong-Il.
Kim Jong-Nam dibunuh Senin (13/2/2017) lalu di Bandara Internasional Kuala Lumpur.
Ia tewas dalam beberapa jam setelah dua perempuan mengusap racun di wajahnya.
Proses pengusapan racun itu sendiri tak berlangsung lama, hanya beberapa detik saja.
Siti Aisyah (25), perempuan asal Serang, Banten, Indonesia, menjadi salah satu tersangka yang telah diamankan.
Ada 3 tersangka lain selain Siti Aisyah, yaitu Doan Thi Huong (28), Muhammad bin Jalaluddin (26) dan Ri Jong Chol (46).
Dilansir dari USA Today, Siti Aisyah melalui Wakil Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, Andriano Erwin, telah mengungkapkan alasannya terlibat pembunuhan.
Andriano Erwin mengatakan, Siti Aisyah mau terlibat karena menganggap itu merupakan sebuah lelucon belaka.
Ia mengaku dibayar 90 dolar atau sekitar Rp 1,2 juta untuk melancarkan aksinya.
Siti Aisyah juga mengungkapkan, ia tak ingin bertemu dengan orangtuanya saat ia menjadi tahanan.
"Dia tak ingin keluarganya sedih melihat kondisinya," ujar Andriano Erwin setelah bertemu dengan Siti Aisyah selama 30 menit, Sabtu (25/2/2017).
"Dia menyampaikan pesan melalui kami agar ayah dan ibunya tak khawatir dan selalu menjaga kesehatan mereka," lanjutnya.
Kontras dengan Polisi Malaysia
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/siti-aisyah_20170226_072657.jpg)