Inilah Akibatnya Jika Freeport Berani dengan Pemerintah Indonesia
Polemik antara PT Freport dengan Pemerintah Indonesia ternyata membawa dampak buruk pada PT Freeport.
Penulis: Fachri Sakti Nugroho
Editor: Tinwarotul Fatonah
TRIBUNWOW.COM - Polemik antara PT Freport dengan Pemerintah Indonesia ternyata membawa dampak buruk pada PT Freeport.
Pada penutupan perdagangan 2 Februari 2017 tercatat posisi Freeport-McMoRan yang memiliki kode FCX merosot.
Penurunan angka ini berkisar 5,23 persen atau 0,78 poin ke posisi 14,13 dolar AS.
Saham freeport yang turun tersebut berdasarkan data dari Bloomberg.
Baca: 3 Menteri Ini Angkat Bicara Terkait Polemik Freeport Yang Memanas
Sebelumnya, saham Freeport-McMoRan bergerak pada kisaran level 13,92 hingga 14,64 per dolar AS, dengan volume perdagangan mencapai 66,06 juta saham.
Dari data tersebut terlihat saham FCX terus mengalami penurunan dalam sebulan terakhir.
Di 24 Januari 2017 saham FCX diperdagangkan di level 17,02 dolar AS.
Angka tersebut terus turun hingga ke level 15,83 dolar AS pada 3 Februari 2017 dan mulai merosot tajam setelah 17 Februari 2017 ke posisi 14,91 per dolar AS.
Merosotnya saham Freeport ini diduga karena polemik Freeport yang tidak menyepakati perubahan Kontrak Karya menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan mengungkapkan bahwa nilai jual Freeport kini tidak lagi mahal.
Menurut Jonan, nilai jual Freeport dengan segala tambang yang ada di seluruh dunia hanya sebesar 20 miliar dollar AS.
Nilai tersebut lebih rendah jika dibandingkan dengan PT Telkom Indonesia yang mencapai 29 miliar dollar AS dan Bank Central Asia yang memiliki nilai jual yang sama.
Jonan juga membandingkan nilai jual Freeport dengan nilai jual Bank Rakyat Indonesia (BRI).
BRI menurut Jonan memiliki nilai jual mencapai 21 miliar dollar AS.
"Freeport sudah tidak besar. Ini bukan menistakan lho ya. Ini fakta," ujarnya kepada Kompas.com saat mengisi Kuliah Tamu dan Workshop Capasity Building Energi Baru Terbarukan (EBT) oleh Pemuda Muhammadiyah di Hall Dome Universitas Muhammadiyah Malang, Selasa (21/2/2017). (Kompas.com/Tribunwow.com/Fachri Sakti Nugroho)