Pembunuhan Kim Jong Nam
Takut Ancaman Korea Utara, Putra Kim Jong Nam Gagal Kuliah di Oxford
Keponakan Kim Jong Un tidak jadi mengambil kuliah di Oxford University, Inggris, setelah ia merasa sangat ketakutan.
Penulis: Ika Alya Iqlima Ghaisani
Editor: Tinwarotul Fatonah
TRIBUNWOW.COM - Keponakan Kim Jong Un tidak jadi mengambil kuliah di Oxford University, Inggris, setelah ia merasa sangat ketakutan.
Dikutip dari The Mail on Sunday, Kim Hansol hidup dalam ketakutan karena pamannya, bahkan sebelum kejadian nahas menimpa sang ayah.
Hansol seharusnya pindah ke Inggris setelah mendapatkan surat pernyataan bahwa ia diterima di Pascasarjana Oxford.
Kekasihnya, Sonia, juga merupakan mahasiswi di sana.
Sebelumnya, Hansol mempelajari politik di Paris selama tiga tahun.
Belum sempat ia merencanakan kepindahannya, pihak berwenang dari China memberinya peringatan.
Mereka mengatakan bahwa Hansol dan sang ayah (Kim Jong Nam) bisa saja akan terbunuh oleh pemimpin Korea Utara tersebut.
Hansol yang cinta damai tersebut dianggap sebagai calon pemimpin yang tepat apabila rezim Korea Utara sekarang runtuh.
Bersama dengan ibunya, Ri Hye Kyong, dan adiknya, Sol Hui, mereka dijaga oleh pengawal bersenjata dari China.
Para tetangga mengatakan bahwa pengawal tersebut sudah menjaga mereka selama tiga bulan terakhir, sebelum kejadian pada Senin pagi kemarin (13/2/2017).
Keluarga Kim Jong Nam tampaknya tak seharusnya bepergian keluar dari China dan Macau.
Sayangnya, Kim Jong Nam mengacuhkan peringatan tersebut.
"Korea Utara sangat bergantung pada Tiongkok. Mereka akan aman selama berada di sana," ujar sumber dari Tiongkok.
Karena ancaman yang diterimanya, Hansol akhirnya mengurungkan niat untuk melanjutkan sekolahnya ke Oxford.
Ia memilih untuk tetap berada di Macau.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/kim-jong-nam-dan-anaknya-hansol_20170219_174856.jpg)