Pembunuhan Kim Jong Nam
3 Tokoh Ini Angkat Bicata Terkait Dugaan Pembunuhan Kim Jong Nam
Kasus terbunuhnya Kim Jong Nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara yang diduga melibatkan WNI bernama Siti Aisyah, membuat para tokoh ini angkat bicara.
Penulis: Fachri Sakti Nugroho
Editor: Galih Pangestu Jati
TRIBUNWOW.COM - Kasus terbunuhnya Kim Jong Nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara yang diduga melibatkan WNI bernama Siti Aisyah, membuat para tokoh ini angkat bicara.
Perempuan berpaspor Indonesia asal Serang, Banten, ditangkap kepolisian Diraja Malaysia di sebuah hotel di kawasan Ampang, Kuala Lumpur, Kamis (16/2/2017) dini hari.
Baca: Buku Ini Ungkap Fakta-Fakta tentang Kim Jong Nam
Berikut ini, komentar para tokoh terkait kasus yang menimpa Siti Aisyah tersebut.
1. Jusuf Kalla
Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan bahwa Aisyah merupakan korban dari skenario besar.
"Apa yang terjadi di kuala lumpur itu korban dari korban. Jadi Kim itu ya korban dari korban karena ini Aisyah korban juga. korban dari semacam rekayasa atau penipuan," katanya kepada Tribunnews.com di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (17/2/2017)
Terkait hubungan diplomatik dua negara, JK mengatakan bahwa hal itu tidak menjadi persoalan yang serius karena pihak Korea Utara tidak peduli perihal kasus tersebut.
"Mereka saja tidak peduli. Mungkin mereka saja yang merencanakan tapi medianya dia menjadi posisi indonesia ya justru jadi korban, posisi Aisyah itu ya sebagai korban," katanya.
Dia juga mengatakan bahwa saat ini pemerintah Indonesia melalui kedutaan besar sudah bergerak untuk memberikan perlindungan hukum kepada Siti Aisyah dan membelanya karena JK masih menilai wanita berusia 25 tahun itu merupakan korban.
2. Fahri Hamzah
Fahri Hamzah, Wakil Ketua DPR RI ingin menyelidiki identitas Siti Aisyah.
Terkait pembunuhan Kim Jong Nam di Malaysia, Fahri mengatakan bahwa Siti Aisyah yang diduga sebagai pelaku masih belum diketahui lengkap asal-usulnya.
"Ini saya sedang menghubungi otoritas Malaysia juga khususnya karena kebetulan ada kontak juga untuk mendapatkan sumber informasi tambahan begitu tentang siapakah Siti Aisyah ini," ujar Fahri kepada Tribunnews.com di komplek DPR/MPR RI, Jakarta, Jumat (17/2/2017).
Fahri mengaku curiga dengan jati diri Aisyah karena dari sumber yang ia kumpulkan, Fahri belum mengetahui secara jelas apakah Aisyah seorang TKI atau mata-mata.
"Kontroversi apakah dia seorang TKI? Apakah seorang mata-mata, aparatur intelijen asing," ungkap Fahri.
"Apakah Siti Aisyah adalah nama asli dia? Apakah dia punya nama lain dan sebagainya? Apakah hanya pinjem passport dan dia sebenarnya bukan orang Indonesia atau apa itu yang kita perlu tahu," tambahnya.
3. Meutya Hafid
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Meutya Hafid, meminta Kemenlu RI memberikan perlindungan hukum yang maksimal bagi Siti Aisyah.
“Siti Aisyah sebagai WNI perlu mendapatkan perlindungan hukum dari negara. Untuk itu, saya meminta Kemlu berperan aktif memberikan perlindungan bagi Siti Aisyah," kata Meutya Hafid saat ditemui Tribunnews.com di Jakarta, Jumat (17/2/2017).
Prioritas Kementerian Luar Negeri kata Meutya saat Rapat Kerja dengan Komisi I DPR memberikan perlindungan secara aktif kepada WNI yang terkena kasus hukum di luar negeri.
"Kami meminta implementasi dari Kemenlu,” ujar Meutya.
Ia juga meminta penjelasan Kementerian Luar Negeri dari Pemerintah Malaysia terkait keterlibatan Siti Aisyah.
"Jangan sampai ada warga negara kita yang langsung dipenjara tanpa ada kejelasan masalah hukum yang tengah dihadapi," kata Meutya. (Tribunnews.com/Tribunwow.com/Fachri Sakti Nugroho)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/siti-aisyah_20170217_190308.jpg)