Maulid Nabi
9 Tradisi Unik Menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW di Berbagai Daerah di Indonesia
Dalam menyambut hari kelahiran Nabi Muhammad SAW tersebut, beberapa daerah di Indonesia akan menggelar tradisi unik.
Editor: Wulan Kurnia Putri
1. Grebek Maulud (Yogyakarta)
Grebek Maulud adalah puncak peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan di Yogyakarta.
Pada upacara puncak ini, sebanyak tujuh gunungan akan dikeluarkan dari Keraton untuk dibawa ke Masjid Gede, Kepatihan dan Puro Pakualaman.

Tujuh gunungan itu terdiri dari Gunungan Putri, Kakung, Darat, Gepak dan Gunungan Pawuhan.
Nantinya, isi gunungan itu akan diperebutkan oleh masyarakat yang telah menanti.
• Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Berikut Amalan dan Doa Utamanya
2. Ngalungsur Pusaka (Garut, Jawa Barat)
Di Garut, Jawa Barat, Maulid Nabi Muhammad disambut dengan upacara Ngalungsur, yaitu ritual untuk membersihkan atau menyucikan benda-benda pusaka peninggalan Sunan Rohmat (Sunan Godog/Kian Santang).
Setelah disucikan dengan air bunga, benda pusaka kemudian akan digosok dengan minyak wangi, agar tetap wangi dan tidak berkarat.
Kegiatan yang dipusatkan di di Kampung Godog, Desa Lebak Agung, Kecamatan Karangpawitan ini dilakukan oleh juru kunci.
3. Tradisi Kirab Ampyang (Kudus)

Masyarakat desa Loram Kulon, Jati, Kudus, Jawa Tengah, memiliki tradisi yang dijuluki Kirab Ampyang saat peringatan Maulid Nabi.
Warga akan mengarak hasil bumi keliling desa, menuju sebuah masjid.
Setelah sampai di masjid dan didoakan tokoh setempat, tandu berisi nasi bungkus dan hasil bumi yang telah diarak, dibagikan pada warga.
• Hukum Berpuasa dan Bacaan Sholawat saat Maulid Nabi Muhammad SAW Selasa 20 November 2018
4. Tradisi Panjang Jimat (Cirebon)
Tradisi ini digelar di tiga keraton di Cirebon.