Pilpres 2019
Nadirsyah Hosen Soroti Cara Yenny Wahid Membuat Narasi sebelum Dukung Jokowi-Ma'ruf
"Yang menarik buat saya bukan sekadar pilihannya, tapi cara Ning Yenny memainkan peranannya dengan menciptakan panggung tersendiri," tulisnya.
Penulis: Ananda Putri Octaviani
Editor: Lailatun Niqmah
TRIBUNWOW.COM - Tokoh Nahdlatul Ulama Nadirsyah Hosen angkat bicara terkait deklarasi dukungan dari putri kedua Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Yenny Wahid yang mewakili Kader Gus Dur kepada Joko Widodo (Jokowi)-Maruf Amin di Pilpres 2019.
Dilansir TribunWow.com, hal tersebut disampaikan Nadirsyah melalui laman Twitter miliknya, @na_dirs yang diunggah pada Rabu (26/9/2018).
Dalam kicauannya itu, Nadirsyah menuliskan, cara Yenny Wahid dalam memainkan peran saat mendeklarasikan dukungannya itu merupakan hal yang menarik.
Ini dikarenakan, jelas Nadirsyah, Yenny Wahid mampu menciptakan panggungnya tersendiri.
Lebih lanjut, Nadirsyah juga menyoroti cara Yenny Wahid dalam membuat narasi yang berisi nilai-nilai perjuangan Gus Dur sebelum ia kemudian menyatakan dukungannya.
Selain itu, pria yang kerap disapa Gus Nadir ini juga menyebut apabila dukungan Yenny untuk Jokowi-Ma'ruf akan berpengaruh banyak untuk paslon tersebut.
Berikut kicauan lengkap Nadirsyah terkait hal tersebut.
• Soroti Pelemahan Rupiah, Rachland Nashidik: Mungkin Ini yang Dimaksud Pak Jokowi Meroket
"Kawans, saya mau komen sedikit soal pengumuman Ning @yennywahid tadi mengenai dukungannya kepada pasangan nomor 01: Jokowi-Kiai Ma’ruf
Yang menarik buat saya bukan sekadar pilihannya, tapi cara Ning Yenny memainkan peranannya dengan menciptakan panggung tersendiri.
Itu bukan saja menaikkan posisi tawarnya tapi juga memberi mesej yang tepat ke mana arah perjuangan bangsa ini selanjutnya.
Cara Ning Yenny membuat narasi nilai-nilai perjuangan Gus Dur sebelum kemudian menyatakan dukungannya, dan sebelumnya telah meminta 9 ulama untuk istikharah, punya arti penting dalam konteks dukung-mendukung.
Dia ambil jarak terhadap politisasi dan kardusisasi perpolitikan kita.
Sebuah manuver dan jurus dewi mabok ala Gus Dur yang ruaarrr biasa.
Semua politisi dibuat deg-degan menunggu kemana dia berpihak, dan selanjutnya bola sekarang di tangan Ning Yenny, bukan lagi semata di tangan parpol pendukung.
Dia sudah berhasil bikin panggung dan daya tawar sendiri.