Megawati Disebut dalam Dakwaan BLBI, Ferdinand: Nah Kan! Memang Patut Diduga Rugikan Negara

Sementara itu, KPK menilai belum relevan untuk menyeret Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri terkait kebijakannya dalam kasus BLBI.

Megawati Disebut dalam Dakwaan BLBI, Ferdinand: Nah Kan! Memang Patut Diduga Rugikan Negara
Kolase/TribunWow.com
Megawati dan Ferdinand Hutahaean 

TRIBUNWOW.COM - Kadiv Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand, menanggapi adanya nama Ketua Umum Partai PDIP Megawati Soekarnoputri dalam surat dakwaan kasus BLBI.

Dilansir TribunWow.com, hal tersebut ia sampaikan melalui akun Twitternya yang diunggah pada Rabu (16/5/2018).

Menurut Ferdinand Hutahaean, Megawati memang patut diduga merugikan negara ratusan triliun rupiah.

Soal Rangkaian Aksi Teror Bom, Mahfud MD: Pastilah Ada Aktornya, Lapangan dan Intelektual

Kerugian tersebut terkait kebijakan yang diambil oleh Megawati saat menerbitkan Surat Keterangan Lunas BLBI.

Ia pun lantas menanyakan, berlabuh ke mana para penikmat BLBI saat ini.

@LawanPoLitikJKW: Nah kan..!! Kalau ini faktual..!! Megawati mg patut diduga merugikan negara Ratusan Trilliun atas kebijakannya menerbitkan Surat Keterangan Lunas BLBI.

Lihat kan sekarang para penikmat BLBI itu ngumpul di kubu siapa?

Fahri Hamzah: Musuh Kita adalah Pemerintah yang Gagal Membuat Kita Bersaudara

Postingan Ferdinand Hutahaean
Postingan Ferdinand Hutahaean (Capture/Twitter)

Diberitakan sebelumnya, nama mantan presiden Indonesia sempat disebut dalam dakwaan mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Arsyad Temenggung.

Nama Megawati muncul terkait skandal Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) yamg dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (14/5/2018) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

Megawati dikatakan menerima laporan dari Syafruddin pada 11 Januari 2014 silam, dalam Sidang Kabinet Terbatas (Ratas) yang juga dihadiri oleh Ketua Komite Sektor Keuangan (KKSK) Dorodjatun Kuntjoro Jakti.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Lailatun Niqmah
Editor: Lailatun Niqmah
Sumber: TribunWow.com
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com © 2018
About us
Help