Championship
Kecewa PSS Sleman Digilas Kendal Tornado, BCS-Slemania Serbu Kritik Keras 3 Sosok, 2 di Luar Dugaan
Kecewa PSS Sleman digilas Kendal Tornado, BCS dan Slemania serbu kritik keras 3 sosok, 2 di luar dugaan, ini sebabnya.
Penulis: Adi Manggala Saputro
Editor: Elfan Fajar Nugroho
TRIBUNWOW.COM - Kecewa PSS Sleman digilas Kendal Tornado, BCS dan Slemania serbu kritik keras 3 sosok, 2 di luar dugaan, ini sebabnya.
Dilansir TribunWow.com, kekalahan menyakitkan didapatkan PSS Sleman saat bertandang ke markas Kendal Tornado FC yang digelar di Stadion Sriwedari, Solo, Jawa Tengah, Senin (5/1/2026).
Dua gol tuan rumah Kendal Tornado FC dicatatkan oleh Morales dan Patrick Cruz.
Sementara PSS Sleman hanya bisa membalas melalui gol yang dicatatkan oleh Gustavo Tocantins.
Baca juga: Transfer Kondang Grade A Arema FC: Sosok Karyawan Tetap Santer Tumbalnya, PSS Sleman Dipaksa Pusing
Baca juga: Hasil Akhir Kendal Tornado Vs PSS Sleman: VAR Paksa Super Elja Pulang dengan Tangan Hampa, Skor 2-1
Sejatinya, 1 poin bisa didapatkan PSS Sleman andai gol Gustavo Tocantins tak dianulir oleh wasit.
Di menit ke-80, Gustavo Tocantins berhasil catatkan namanya di papan skor untuk kedua kalinya pada laga itu.
Sayang, gol keduanya dianulir oleh wasit setelah cek VAR dan dianggap telah terlebih dahulu melakukan hand ball sebelum terjadinya gol.
Skor 2-1 pun akhiri laga Kendal Tornado FC kontra PSS Sleman.
Imbasnya, BCS-Slemania langsung menyerbu unggahan terkini terkait hasil akhir laga di Instagram resmi PSS Sleman.
BCS-Slemania turut menyerbu kritik keras untuk 3 sosok yang dianggap sebagai biang keladi kekalahan PSS Sleman atas Kendal Tornado FC.
Ketiga sosok yang mendapatkan kritikan keras dari suporter PSS Sleman yakni Ansyari Lubis, Kim Jeffrey Kurniawan dan wasit Hamidi.
Untuk Ansyari Lubis dan Kim Jeffrey Kurniawan tentu saja jadi dua nama di luar dugaan yang ikut terkena imbas kekecewaan BCS-Slemania.
Ansyari Lubis dianggap blunder dalam menurunkan line up PSS Sleman kontra Kendal Tornado FC.
Sedangkan Kim Jeffrey Kurniawan turut disorot karena performa dan posisi gandanya di skuad PSS Sleman baik sebagai pemain maupun manajer Super Elja.
Sementara wasit Hamidi disorot setelah keputusannya menganulir gol dari Gustavo Tocantins.
"Fungsi Wasit?" tulis @yogiein****
"main bos,wasit bosok,KIM Bos," tulis @fiky_zul****
"Madang geden wasite," tulis @oka_hendri_a****
"Wasite bos** fix," tulis @rehanalfan****
"GAWE LINE UP RASAH YAK YAKAN, MAREM RUNG?" tulis @adi****
"Kim fokus dadi manager wae wis sek balbalan ben liane," tulis @yudaa_kurni****
"Terimakasih banyak Pak Ansyari Lubis.. racikanmu luar biasa.. luar biasa semrawut," tulis @francisxavie****
"Disamping wasit e kecu… line up pemain babak pertama mu ajor..mboh," tulis @bramsky.bra****
"Ndelok startingmu wae WIS aneh man," tulis @ekha_a****
"Buah dr menyepelekan susunan pemain," tulis @ewsap****.
Baca juga: PSS Sleman Duplikat Persija Jakarta? Dewa United Potensi Digerogoti di Paruh Musim, Total Ada 5 Nama
Selain banjir kritik, PSS Sleman juga harus puas gagal tempel ketat Barito Putera di tabel klasemen sementara.
PSS Sleman berada di posisi kedua dengan margin 4 poin dari Barito Putera.
Di mana, pada pekan yang sama, Barito Putera berhasil menang tipis 1-0 atas Persiku Kudus.
Menarik dinantikan evaluasi apa yang diambil manajemen PSS Sleman setelah kekalahan menyakitkan kontra Kendal Tornado FC.
Jalannya Pertandingan
Babak 1
Pada awal babak pertama, Kendal Tornado FC langsung bermain menyerang, dan beberapa kali mendapat peluang apik, namun belum berbuah manis.
Sementara itu, PSS Sleman yang mendapat bola, beberapa kali mencoba menyerang, namun bisa dibendung.
Menit 14', Tornado FC memiliki peluang emas, namun tendangan Felipe masih belum on target.
Bola rupanya mengenai pemain PSS Sleman, tendangan sudut diberikan untuk Kendal Tornado FC.
Namun terjadi pelanggaran di depan gawang, hingga bola berakhir dengan tendangan kiper.
Menit 17', terjadi pelanggaran keras oleh Ryan Aprianto terhadap Ferrel Arda.
Wasit pun tampak berkomunikasi dengan ruang VAR, untuk melakukan pengecekan ulang, dan potensi ada kartu merah.
Hasilnya, Ryan Aprianto hanya diberikan kartu kuning.
Tim tamu pun gagal lawan 10 pemain.
PSS Sleman pun mendapat tendangan bebas, namun terjebak offside.
Kendal Tornado FC kemudian mendapat peluang lewat tendangan penalti, setelah Kanu Helmiawan melanggar Patrick Cruz di area terlarang.
Sebelum penalti diberikan, wasit Hamdi tampak melakukan pengecekan VAR lebih dulu.
Hasilnya, penalti diberikan pada Kendal Tornado FC.
Patrick Cruz menjadi algojo, dan sukses menjebol gawang PSS Sleman, menit 31'.
Tendangan tenangnya mengarah ke sisi kiri gawang, dan berhasil mengelabui kiper.
Skor 1-0 untuk tuan rumah.
Kesalahan eks pemain Persis Solo (Kanu) dibayar mahal, PSS Sleman pun tertinggal.
Tak mau berlarut, PSS Sleman mencoba semakin intens menyerang, namun masih sulit menembus pertahanan Kendal Tornado FC.
Sementara itu, menit 43', Kendal Tornado FC justru mendapat kesempatan lewat sepak pojok.
Namun Dimas Sukarno Putra yang menerima bola umpan, sundulannya masih melambung.
Menit 45', terjadi benturan cukup keras antara Ryan Aprianto dan Ferrel Arda.
Keduanya pun langsung guling-guling kesakitan, hingga mendapat penanganan medis.
Setelah mendapat penanganan, Ferrel Arda diganjar kartu kuning kedua.
Kartu merah ini membuat PSS Sleman harus main dengan 10 orang di sisa laga.
PSS Sleman mencoba terus menyerang, namun belum membuahkan hasil.
Hingga akhir babak pertama, skor 1-0 untuk Kendal Tornado FC.
Babak 2
Juan Morales memiliki momen untuk menambah keunggulan buat timnya pada menit ke-48 lewat tendangan bebas.
Ia memilih menendang langsung ke gawang tatapi bola melambung tinggi di atas mistar gawang Ega Rizky.
PSS Sleman mencetak gol ke gawang Kendal Tornado lewat aksi Gustavo Tocantins pada menit ke-56.
Setelah kebobolan, Kendal Tornado berbalik unggul menjadi 2-1 pada menit ke-60
Juan Morales mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan umpan tendangan sudut dari rekannya.
PSS Sleman bermain menyerang dan terus menekan Kendal Tornado FC meski bermain pincang.
Hal itu dilakukan agar PSS Sleman bisa mengembalikan kedaan dan mencetak bol.
PSS Sleman berhasil merubah skor menjadi 2-2 pada menit ke-80 setelah Gustavo Tocantins.
Namun wasit mengecek ulang proses gol Gustavo Tocantins via VAR sebelum mastikan keputusannya.
Setelah mengecek VAR, wasit menganulir gol tersebut.
Dalam tanyangan VAR, terlihat Riko Simanjuntak melakukan pelanggaran berupa hand ball sebelum Gustavo Tocantins mencetak gol.
Ega Rizky membuat penyelamatan gemilang dengan menggagalkan peluang emas Kushedya Hari Yudo.
Cruz menambah keunggulan untuk timnya menjadi 3-1 setelah ia mencetak gol di menit-menit tambahan waktu babak kedua.
Namun, setelah wasit mengecek VAR, gol Cruz tersebut dianulir karena Kushedya Hari Yudo berada dalam posisi offside sebelum ia mencetak gol.
(TribunWow.com/Adi Manggala S/Lala)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/PSS-Sleman-dan-Kendal-Tornado-FC-2221.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.