Kabinet Jokowi
Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi I DPR RI, Prabowo Dicecar soal Anggaran: Saudara Harus Jelaskan
Dalam rapat dengar pendapat di DPR RI, Prabowo dicecar mengenai anggaran.
Penulis: Fransisca Krisdianutami Mawaski
Editor: Maria Novena Cahyaning Tyas
TRIBUNWOW.COM - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menghadiri rapat kerja bersama Komisi I DPR RI, Senin (11/11/2019).
Didampingi Wakil Menteri Pertahanan Sakti Wahyu Trenggono, Prabowo memaparkan program-program kerja Kementerian Pertahanan dalam rapat yang disiarkan secara langsung oleh akun YouTube DPR RI.
Namun, rapat tersebut diwarnai interupsi oleh anggota Komisi I DPR RI, mengenai masalah kebijakan rapat yang terbuka atau tertutup.
• Sebut Strategi Tak Boleh Didasarkan atas Doa, Prabowo: Maaf, tapi Saya Perumus Kebijakan Pertahanan
Anggota DPR RI dari Fraksi PDIP Effendy Simbolon menanyakan tentang anggaran yang tidak dibuka secara gamblang.
"Apa urgensinya itu disembunyikan? Wong ini dipaparkan dalam forum, " kata Effendy.
Meutya Hafid selaku Ketua Komisi I DPR RI pun menjawab
"Dalam tata tertib, pimpinan bisa membuka rapat, lalu di mana ada rahasia rapat pimpinan diperbolehkan menutup," ujar Meutya.
Namun, pernyataan tersebut langsung disambar oleh Effendy.
"Di mana rahasianya? Ini APBN kok, (Rp) 131 (triliun) ini APBN," balas Effendy.
" (Rp) 131 (triliun)nya iya (APBN), namun ada angka-angka lain selain itu," jawab Meutya.
Prabowo pun menjawab pertanyaan Effendy tersebut.
"Ibu ketua, saya kira anggaran yang sudah disahkan tiada masalah, kalau mau diulangi lagi saya tidak ada masalah," jawab Prabowo pada Meutya Hafid.
Effendy Simbolon pun tak berhenti sampai di situ, Ia kemudian masih mencecar soal keterbukaan anggaran.
"Dalam paparan itu, ini kan paparan mengenai rancangan kerja, sampai di titik itu, saudara Menhan (Prabowo) harus menjelaskan," ujar Effendy.
"Tapi bahwa ada rencananya saudara Menhan yang akan diajukan, mau ditertutupkan itupun tidak lazim."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wow/foto/bank/originals/prabowo-dalam-rapat-dengar-pendapat-di-dpr-ri.jpg)