Breaking News:

Semakin Tinggi Kepuasan Terhadap Petahana, Hoaks Makin Banyak Beredar

Apabila kepuasan terhadap petahana rendah, maka informasi palsu dan hoaks juga rendah. Sementara jika kepuasan tinggi, hoaks juga meningkat

Editor: Yudie
Tribunnews.com/Imanuel Nicolas Manafe
Pengamat politik dari Charta Politika Yunarto Wijaya 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat Politik Yunarto Wijaya mengatakan, menjelang kontestasi politik baik pilkada maupun pilpres, ada adagium yang berlaku soal tingkat kepuasan terhadap petahana dan kabar hoaks.

“Apabila kepuasan terhadap petahana rendah, maka informasi palsu dan hoaks juga rendah. Sementara jika kepuasan tinggi, hoaks juga meningkat," kata Yunarto Wijaya dalam acara bicang-bincang ekonomi dan politik menjelang buka puasa bersama yang diselenggarakan BNP Paribas Investment Partners, Kamis (17/5/2018) di Jakarta.

Hal itu terjadi, lanjut Yunarto Wijaya karena kelompok-kelompok oposisi akan langsung menyerang dan mengkritik program dan kebijakan yang diambil oleh petahana.

Sementara jika tingkat kepuasan terhadap petahana tinggi, partai-partai oposisi akan masuk ke wilayah yang lebih emosional.

"Tidak akan menyentuh aspek-aspek yang sifatnya programatik,” kata Yunarto.

Bicang-bincang ekonomi dan politik menjelang buka puasa bersama yang diselenggarakan BNP Paribas Investment Partners, Kamis (17/5/2018) di Jakarta. Acara tersebut menghadirkan pengamat Politik Yunarto Wijaya (kanan) dan Deputi III Kepala Staf Kepresidenan Denni Puspa Purbasari.
Bicang-bincang ekonomi dan politik menjelang buka puasa bersama yang diselenggarakan BNP Paribas Investment Partners, Kamis (17/5/2018) di Jakarta. Acara tersebut menghadirkan pengamat Politik Yunarto Wijaya (kanan) dan Deputi III Kepala Staf Kepresidenan Denni Puspa Purbasari. (KSP)

Terobosan untuk Genjot Ekonomi

Hadir sebagai narasumber selain Yunarto Wijaya, adalah Deputi III Kepala Staf Kepresidenan Denni Puspa Purbasari.

Denni mengatakan, Pemerintah banyak melakukan terobosan untuk meningkatkan kinerja ekonomi.

Denni mengungkapkan bahwa Presiden Jokowi terus mendorong perbaikan tingkat kemudahan berusaha (ease of doing business).

Satu contohnya adalah pemerintah baru saja meluncurkan Online Single Submission (OSS).

"Tujuannya tentu saja untuk menggenjot perekonomian kita,” kata Denni.

Denni mengatakan, dari sisi pertumbuhan ekonomi, data yang baru saja dirilis menunjukkan angka pertumbuhan 5,06 persen pada kuartal ini, di mana angka tersebut sedikit lebih baik dibandingkan kuartal yang sama pada tahun sebelumnya.

Ia mengatakan bahwa ekonomi sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor yang terjadi di tempat lain yang bersifat global.

“Dari sisi fiskal, saya bisa mengatakan bahwa kita sangat kuat," kata staf pengajar Universitas Gadjah Mada tersebut.

Menurut Denni, dampak perubahan global terhadap ekonomi tetap positif, karena Indonesia relatif tidak terlalu tergantung terhadap subsidi.

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/2
Tags:
Yunarto WijayaDenni Puspa PurbasariBNP ParibasPresiden JokowiKantor Staf Presiden (KSP)
Rekomendasi untuk Anda
ANDA MUNGKIN MENYUKAI

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved