TRIBUNWOW.COM - Lima bintang red flag PSIM Yogyakarta yang potensi teror Bhayangkara FC, ada pilar Timnas U20 Indonesia, Brajamusti cek.
Dilansir TribunWow.com, PSIM Yogyakarta bakal bertemu Bhayangkara FC dalam laga final Liga 2 2024/2025, di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Rabu (26/2/2025).
Tentu, baik PSIM Yogyakarta maupun Bhayangkara FC tak ingin melepaskan begitu saja kans mereka untuk ukir sejarah di Liga 2.
Terlebih baik PSIM Yogyakarta maupun Bhayangkara FC tercatat belum pernah angkat trofi Liga 2.
Baca juga: PSIM Yogyakarta Vs Bhayangkara FC: 5 Indikasi Si Mbah Bungkam Pak Polisi, Unggul 2 Aspek Mengejutkan
Di sisi lain, secara kolektivitas lini depan, Bhayangkara FC kalah agresif ketimbang PSIM Yogyakarta.
Di mana, ada lima pemain red flag milik PSIM Yogyakarta yang kans beri teror mematikan untuk Bhayangkara FC.
Satu di antaranya merupakan pemain jebolan Timans U-20 Indonesia di Piala Asia U-20 2025.
Apabila gagal dalam melakukan marking kepada kelima pemain, tak menutup kemungkinan Bhayangkara FC bakal diberikan mimpi buruk kekalahan di partai penuh sejarah final Liga 2 2024/2025.
Berikut ulasan selengkapnya:
Rafinha
Sosok pertama pemain red flag PSIM Yogyakarta yang kans teror Bhayangkara FC siapa lagi kalau bukan striker Laskar Mataram, Rafinha.
Total 19 gol dari 20 pertandingan jadi bukti betapa mematikannya Rafinha baik di babak penyisihan grup maupun 8 besar.
Dengan rincian, 12 gol dari 15 laga dan 1160 menit bermain dicatatkan di babak penyisihan grup.
Atau separuh dari total gol PSIM Yogyakarta yakni 28 gol dicatatkan oleh Rafinha.
Sementara di babak 8 besar, Rafinha sukses bukukan 7 gol dari 6 pertandingan dan 444 menit bermain.
Selain itu, Rafinha juga jadi momok Bhayangkara FC dalam dua pertemuannya dengan PSIM Yogyakarta di babak penyisihan grup.
Pada pertemua pertama, PSIM Yogyakarta berhasil menang atas Bhayangkara FC di markas The Guardian dengan skor 1-0.
Dibalas tuntas oleh Bhayangkara FC dengan skor 2-1 di markas PSIM Yogyakarta.
Namun yang jadi catatan adalah keberhasilan Rafinha dua kali koyak gawang Bhayangkara FC.
Terlebih, di laga terkininya kontra PSPS Pekanbaru, Rafinha masih jadi andalan dengan sukses catatkan 1 gol.
Baca juga: Hasil Akhir Laga PSIM Yogyakarta Vs PSPS: Menang 2-1, Laskar Mataram Auto ke Liga 1 Musim Depan
Arlyansah Abdulmanan
Kedua yakni winger pinjaman PSIM Yogyakarta dari Persija Jakarta, Arlyansah Abdulmanan.
Arlyansah Abdulmanan ditaksir tersedia dalam laga penting final Liga 2 antara PSIM Yogyakarta kontra Bhayangkara FC.
Mengingat ia baru saja menunaikan tugasnya membela Timnas U20 Indonesia di ajang Piala Asia U20 di China.
Total, 4 gol dan 2 assist dari 10 laganya bersama PSIM Yogyakarta di babak penyisihan grup menempatkan namanya jadi top skor internal kedua Laskar Mataram.
Savio Sheva
Ketiga, ada gelandang serang milik PSIM Yogyakarta, Savio Sheva.
Savio Sheva berhasil catatkan 3 gol dan 3 assist dari 19 partainya di gelaran Liga 2 2024/2025.
Dengan rincian 3 gol dan 1 assist dari 13 laganya di babak penyisihan grup.
Sedangkan 2 assist dari 6 laga dicatatkan oleh pemain berusia 23 tahun tersebut.
Roken Tampubolon
Keempat ada winger cepat supersub PSIM Yogyakarta, Roken Tampubolon.
Di mana, di babak 8 besar, nama Roken Tampubolon banyak di highlight karena penampilan apiknya bersama PSIM Yogyakarta.
Paling mencengangkan tentu saja gol penentu kemenangan yang dicatatkan Roken Tampubolon ke gawang PSPS Pekanbaru di laga pamungkas babak 8 besar Liga 2 2024/2025.
Sejauh ini 1 gol dari 2 assist sudah dicatatkan winger berusia 25 tahun tersebut.
Omid Popalzay
Terakhir, ada pemain asing PSIM Yogyakarta asal Afganistan, Omid Popalzay.
Meski alami penurunan performa sejak gabung PSIM Yogyakarta, Omid Popalzay dengan torehan 7 gol dan 6 assist di Liga 2 tetap jadi pemain red flag yang layak diwaspadai Bhayangkara FC.
Chemistry nya bersama Rafinha di beberapa momen terkini bisa jadi ancaman nyata bagi lini belakang The Guardian.
3 Indikasi PSIM Yogyakarta Libas Bhayangkara FC
Selain itu, PSIM Yogyakarta juga memiliki tiga indikasi lain yang kans jadi faktor Laskar Mataram libas Bhayangkara FC.
Berikut ulasan selengkapnya:
Animo Besar Brajamusti di Stadion Moch Soebroto
Pertama, tentu saja animo suporter PSIM Yogyakarta, Brajamusti yang lebih besar ketimbang fan Bhayangkara FC, Bharamania.
Di mana, teror chant hingga teriakan para fan PSIM Yogyakarta yang bergemuruh di Stadion Moch Soebroto, Magelang bakal menjadi pressure tersendiri bagi Bhayangkara FC.
Terlebih, gelar juara Liga 2 bakal jadi tonggak sejarah baru bagi PSIM Yogyakarta selain promosi ke Liga 1 musim 2025/2026.
Menang Mental karena Libas PSPS Pekanbaru, Bhayangkara FC Kalah
Kedua yakni terkait dengan mental pemain PSIM Yogyakarta yang tentu lebih baik karena keberhasilan mereka libas PSPS Pekanbaru di laga terkini berbanding terbalik dari Bhayangkara FC yang kalah dari PSKC Cimahi.
Di mana, klub yang acap kali disapa Si Mbah atau warisane Si Mbah tersebut menang di markas sendiri di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta dengan skor 2-1 atas PSPS Pekanbaru.
Sekaligus pengunci satu tiket ke final dan promosi otomatis ke Liga 1 musim depan.
Sementara Bhayangkara FC yang dipastikan lolos justru menderita kekalahan dari tamunya PSKC Cimahi di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat.
Kekalahan diderita setelah Bhayangkara FC menurunkan skuad pelapisnya kontra PSKC Cimahi.
Dengan kata lain, secara mentalitas permainan, anak asuh Erwan Hendarwanto berada di atas angin ketimbang Bhayangkara FC pimpinan Gomes de Oliviera.
Unggul Rasio Kemenangan
Keunggulan mengejutkan ada pada aspek rasio kemenangan PSIM Yogyakarta yang jauh unggul ketimbang Bhayangkara FC.
Tercatat, Bhayangkara FC sejauh ini dari 24 pertandingan baru bukukan 11 kali menang.
Berbanding 14 kali milik PSIM Yogyakarta dari jumlah laga yang sama.
Bahkan, di laga terakhirnya, PSIM Yogyakarta sukses melibas PSPS Pekanbaru dengan skor tipis 2-1.
Sementara Bhayangkara FC justru menderita kekalahan dari PSKC Cimahi di kandang sendiri dengan skor 0-1.
(TribunWow.com/Adi Manggala S)
Baca Berita Menarik Lainnya di Google News