TRIBUNWOW.COM - Pabrik pembuatan uang palsu di Kampus UIN Alauddin Makassar berhasil dibongkar polisi.
Pengungkapan kasus ini bermula dari temuan dan laporan yang diterima polisi di Pallangga, Gowa, Sulsel.
Kapolda Sulsel, Irjen Pol Yudhiawan Wibisono mengatakan sosok Dr Andi Ibrahim merupakan otak pencetakan dan peredaran uang palsu tersebut.
Baca juga: Lolos dari Maut, Ini Momen Eks Kepala BIN Hendropriyono Nyaris Tertimpa Videotron saat Pidato
Dr Andi Ibrahim pun pernah hendak maju di Pilkada Barru 2024.
Rencana pembuatan uang palsu ini juga sudah dimulai sejak Juni 2010 lalu.
"Sampai dengan Juni 2022 kembali lagi untuk merencanakan, kemudian Juli 2022 merencanakan lagi pembuatan dan mempelajari lagi. Jadi kalau dilihat dari sekarang, perencanaan pembuatan ini dimulai dari 2022. Kalau 2010 ini masih tahap pengenalan," paparnya.
Baca juga: Demi Hilangkan Bukti, Tentara Korut yang Tewas saat Berperang di Kursk Dibakar
Hingga akhirnya pada Oktober 2022, mesin cetak uang palsu dan pemesanan kertas untuk uang palsu dimulai.
Produksi uang palsu ini dimulai pada awal tahun 2024 dengan komunikasi yang dilakukan para tersangka lewat grup WhatsApp (WA).
"Kemudian 2024 kemarin bulan Mei sudah mulai produksi, kemudian sekitar Juni ini sudah ketemu di antara mereka dan juga ada saling bekerja sama di antara mereka juga bagaimana nanti proses pembuatan dan diviralkan melalui grup WA. Jadi ditawar-tawarkan di grup," kata  Yudhiawan. (Tribun-Video.Com)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Awal Mula Terungkapnya Pabrik Pembuatan Uang Palsu di Makassar, Dirancang Sejak 2010 untuk Pilkada