TRIBUNWOW.COM - Tim Pemenangan Ridwan Kamil-Suswono (RIDO), siap untuk bersaing di putaran kedua Pilkada Jakarta 2024 setelah sempat mengakui keunggulan pasangan calon (paslon) lain, yakni Pramono Anung-Rano Karno.
Melansir dari TribunJakarta pada Kamis (28/11), Ketua Tim Pemenangan RIDO Ahmad Riza Patria sempat mengungkapkan hasil real count versi internal yang dikumpulkan dari seluruh TPS di Jakarta.
Dalam hasil real count tersebut, Ahmad Riza Patria menyebut paslon nomor urut 3, yakni Pramono-Rano memperoleh hasil terbanyak dibanding nama-nama lainnya.
Baca juga: Di Luar Prediksi Survei, Ridwan Kamil Incar Pemilih Dharma-Kun jika Pilkada Jakarta 2 Putaran
“Dari total suara yang masuk, yaitu 4.353.683, paslon nomor urut 3 dengan perolehan 2.145.494 dengan perolehan 49,28 persen,” ucap Ahmad Riza Patria di Kantor DPD Golkar DKI Jakarta, Menteng pada Kamis (28/11) dini hari.
Sedangkan Ridwan Kamil-Suswono memperoleh 1.748.714 suara atau sekitar 40,27 persen di bawah Pramono-Rano.
Kemudian, paslon nomor urut 2 yakni Dharma Pongrekun-Kun Wardana hanya merauh 459.475 suara atau sekitar 10,55 persen.
“Ini hasil daripada real count atau hitungan sesungguhnya yang dilakukan tim data dari paslon nomor urut 1 dengan data masuk 99,9 persen,” lanjutnya.
Dengan hasil tersebut, Ahmad Riza Patria menyebut Pilkada Jakarta 2024 akan berlangsung dalam dua putaran.
Sebagai Tim Pemenangan RIDO, Ahmad Riza Patria pun siap bertarung lagi di Putaran Kedua Pilkada Jakarta 2024.
Baca juga: Anies Sindir Ada Cagub DKI tapi Tak Coblos di Jakarta, Ridwan Kamil: Dulu Pak Jokowi Juga Sama
“Jadi kami minta seluruh jajaran agar tenang, sabar, kita optimis bahwa ini bagian dari sebuah proses perjuangan yang harus kamu lalui,” katanya.
“Dan Insyaallah nanti di putaran kedua kami yakin dengan kebesaran Allah SWT, Tuhan yang Maha Kuasa dengan niat baik, ikhtiar dan kerja keras kami, kami akan memperoleh kemenangan di putaran kedua,” pungkasnya.
Sedangkan tim pemenangan Pramono Anung-Rano Karno sempat menggelar konferensi pers terkait hasil suara Pilkada Jakarta 2024.
Melansir dari TribunJakarta, Timses Pramono-Rano mengklaim perolehan suara melebih 50 persen plus satu suara sebagai syarat pemenang di Pilkada Jakarta 2024.
"Terkait dengan itu, menurut hasil perhitungan kami sampai pada malam ini pasangan nomor 3, Mas Pram dan Bang Doel surplus suara dari 50 persen kurang lebih 3000 suara," tutur Ketua Timses Pramono-Rano, Cak Lontong di Kantor DPD PDIP DKI Jakarta, Rabu (27/11) malam.
Pernyataan Timses Pramono-Rano tersebut disampaikan bersamaan dengan proses penghitungan manual berdasarkan rekap C1 yang mencapai 99,60 persen.
Baca juga: Sekjen PDIP Yakini Pilkada Jakarta Tetap 1 Putaran untuk Pramono-Rano: Manuver Kekuasaan Dilakukan
"Kawan-kawan melihat 1.400 koordinator menyerahkan bukti lembaran faktual C1. C1 hasil rekap dari TPS, dari jumlah TPS 14.835. Total keseluruhan hampir 99,60 (persen) kita sudah masuk," tutur Sekretaris Timses Pramono-Rano, Aria Bima.
Untuk Paslon Ridwan Kamil-Suswono, Aria Bima menyebut RIDO mendapat 1/686.575 suara.
"Atau kurang lebih sekitar hampir sama dengan quick count, 39 persen," tutur Aria Bima.
Sdangkan Paslon nomor urut 2 Dharma Pongrekun-Kun Wardana mendapat suara sebesar 450,665 suara.
"Atau kurang lebih hampir sama dengan quick count, 10 persen. Tepatnya 10,5 persen, sekitar itu," lanjutnya.
Sedangkan untuk pasangan Pramono-Rano, Aria Bima menyebut ada di angka 2.144.102 atau sekitar 50,09 persen.
"Total suara yang masuk (keseluruhan) sekitar 4.310.560. Sekitar itu ya," tandasnya.
Baca juga: Puan Maharani Optimis dan Yakin Pramono Rano Menang 1 Putaran di Pilgub Jakarta
Menurut Aria Bima, hasil penghitungan pihaknya tidak akan jauh berbeda dengan versi KPU DKI Jakarta.
"C1 itu ditandatangani tanda tangan basah oleh siapa? KPPS. Jadi dari mana akan terjadi selisih?"
"Memang kami berani menyampaikan malam ini karena penghitungan kami didasarkan atas bukti-bukti, data yang kita dapatkan di dalam petugas saksi kami di masing-masing TPS yang dari 14.835 kita tempatkan seluruh saksi. Tidak ada satu pun yang bolong," katanya.
Cak Lontong pun juga berujar agar siapapun tetap netral dan tidak mengganggu jalannya pemungutan suara Pilkada Jakarta 2024.
"Kita hanya mengingatkan bahwa dengan bukti yang kita punya C1 yang lengkap, ini menjadi hal yang perlu perhatian bagi siapapun pihak yang akan mengintervensi.
Kita punya bukti bahwa kalau intervensi itu dilakukan, akan terlihat. Jadi kita hanya mengingatkan supaya pihak-pihak lain tidak mengganggu perhitungan rekap yang berjenjang ini," pungkasnya.
(TribunWow.com)
Artikel ini telah diolah dari TribunJakarta.com dengan judul Bongkar Hasil Real Count Versi Internal, Timses RIDO Akui Keunggulan Pramono-Rano Karno dan Pegang Bukti C1, Timses Klaim Pramono Anung-Rano Karno Surplus 3 Ribu Suara Lewati 50 Persen