TRIBUNWOW.COM - Memperingati dua tahun Tragedi Kanjuruhan, pemain veteran Arema FC Dendi Santoso tampak menggelar doa tahlil dan yasin untuk para korban.
Tepat pada 1 Oktober 2022 lalu, Arema FC yang kalah 2-3 dari Persebaya Surabaya sempat membuat para Aremania yang hadir di Stadion Kanjuruhan turun ke lapangan untuk melayangkan protes.
Namun, karena situasi yang memanas seusai laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya tersebut membuat pihak keamanan mengerahkan gas air mata kepada massa yang membludak turun ke lapangan.
Baca juga: 2 Pemain Arema FC Alami Peningkatan Karier seusai Hengkang, Aremania Tak Rindu? Berikut Sosoknya
Namun, gas air mata yang dilepas oleh pihak keamanan justru memicu kepanikan massal dan menimbulkan korban jiwa dari penonton laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya.
Namun, pintu keluar dari Stadion Kanjuruhan yang masih tertutup justru membuat para penonton laga Arema FC tersebut berdesak-desakan dan terjebak.
Sebanyak 135 orang akhirnya meninggal dunia seusai laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Liga 1 2022 tersebt, yang mana termasuk anak-anak turut meregang nyawa.
Kini, sudah dua tahun berlalu setelah kejadian Tragedi Kanjuruhan, yang mana dukanya masih menyelimuti para keluarga korban, tak luput juga pemain Arema FC.
Satu sosok yang turut memperingati dua tahun Tragedi Kanjuruhan ialah pemain senior Arema FC, Dendi Santoso.
Dendi Santoso termasuk satu pemain dari Arema FC yang ikut menjadi saksi atas Tragedi Kanjuruhan.
Baca juga: On This Day 2 Tahun Lalu, Tragedi Kanjuruhan Sebabkan 135 Nyawa Melayang, Cek Kronologinya
Kini, Dendi Santoso dan keluarganya tampak menggelar doa tahlil dan yasin kepada para korban untuk memperingati dua tahun Tragedi Kanjuruhan.
Lewat Instagram sang istri @viviisantoso pada Senin (30/9), tampak Dendi Santoso sekeluarga tengah menggelar doa tahlil dan yasin untuk memperingati dua tahun Tragedi Kanjuruhan.
"Tahlil & Yasin Malam Ini Untuk Kalian," tulis istri Dendi Santoso, Vivi Santoso lewat Instagram pribadinya.
Dalam unggahan yang berbeda, Arema FC pun turut memperingati dua tahun Tragedi Kanjuruhan.
Pada Instagram resmi tim @aremafcofficial pada Selasa (1/10), tampak Arema FC juga memanjatkan doa untuk memperingati dua tahun Tragedi Kanjuruhan.
"Doa Kami Selalu Bersamamu Nawak, 135+," tulis Arema FC.
"Kami tidak akan pernah melupakan para korban tragedi Kanjuruhan. Doa dan penghormatan kami selalu tertuju kepada mereka dan keluarga yang ditinggalkan. Mari terus menjaga semangat mereka hidup dalam setiap langkah kita. 2 Tahun Tragedi Kanjuruhan," lanjut Arema FC.
Baca juga: Arema FC Segera Bisa Berkandang di Stadion Kanjuruhan pada Liga 1 2024/2025, Cek Progres Renovasinya
Setelah terjadinya Tragedi Kanjuruhan, enam orang di tetapkan sebagai tersangka, di antaranya adalah:
- Direktur Utama PT LIB (AHL): Ditetapkan sebagai tersangka karena tak membuat verifikasi terhadap stadion Kanjuruhan.
- Ketua Panpel (AH): Ditetapkan sebagai tersangka karena tak membuat peraturan dan keselamatan. Ia juga yang membiarkan tiket terjual 42.000 ribu meski kapasitas Stadion Kanjuruhan adalah 38.000
- Security Officer (SS): Diduga memrintkan steward meninggalkan stadion dan membat penonton sulit keluar dari stadion
- Kabag Operasional Polres Malang (Wahyu Ss)
- Deputi 3 Danyon Brimob Polda Jatim (H)
- Kasat Samapta Polres Malang (BSA)
(TribunWow.com)