Perang Israel Vs Hamas

Israel Serang Sekolah Al-Jaouni Lokasi Warga Palestina Mengungsi, PBB Murka 6 Staf UNRWA Tewas

Penulis: ElfanNugg
Editor: Lailatun Niqmah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Warga Palestina mencari orang-orang yang hilang di bawah reruntuhan sekolah yang dikelola UNRWA, setelah serangan IDF di kamp pengungsi Nuseirat di Gaza bagian tengah.

TRIBUNWOW.COM - Serangan udara Israel di Gaza telah menghantam sekolah Al-Jauoni, Rabu 11 September 2024.

Sekolah ini diketahui telah digunakan sebagai tempat penampungan bagi warga Palestina yang mengungsi.

Dikutip dari The Guardian, Badan Bantuan dan Pekerjaan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA) mengatakan, 18 orang tewas dalam serangan ini, dan enam di antaranya adalah staf mereka.

PBB menyebut ini adalah daftar tertinggi jumlah staf mereka yang menjadi korban tewas dalam satu insiden.

Tercatat, setidaknya ada dua serangan yang menghantam sekolah Al-Jauoni dan sekitarnya di Nuseirat.

Baca juga: Perundingan di Kairo Jadi Proses Negosiasi Lanjutan Gencatan Senjata Antara Israel dan Hamas

Militer Israel mengatakan pasukannya telah melakukan serangan ke sekolah tersebut, namun telah mengurangi kerugian bagi wagi warga sipil.

Nyatanya, klaim Israel ini tetap tak sesuai kenyataan, di mana dalam serangannya, yang menjadi korban justru kebanyakan warga biasa.

Kantor media pemerintah Hamas mengatakan, sekitar 5.000 orang mengungsi dan berlindung di sekolah Al-Jaouni ketika sekolah itu diserang pada Rabu (11/9/2024).

Sementara itu, UNRWA mengatakan sekolah ini telah mendapatkan total lima serangan.

“Sekolah ini telah diserang lima kali sejak perang dimulai," ujar pihak UNRWA.

"Sekolah ini menjadi rumah bagi sekitar 12.000 orang yang mengungsi, terutama perempuan dan anak-anak.”

Baca juga: Kejinya Israel Serang Khan Younis di saat Pengungsi Palestina Terlelap, 40 Warga Tewas

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Gutteres, menyampaikan, pada Rabu (11/9/2024) malam, yang terjadi di Gaza benar-benar tidak dapat diterima.

"Enam staf UNRWA termasuk di antara yang tewas", ujar Antony Gutteres.

Phillippe Lazzarimi, sebagai kepala UNRWA mengatakan, staff yang tewas telah memberikan dukungan kepada keluarga Warga Palestina yang mencari perlindungan, dan setidaknya 220 staf lembaganya telah tewas di Gaza sejak dimulainya perang.

Juru Bicara IDF, Brigadir Jenderal Daniel Hagari, mengatakan, sebelum serangan dilakukan, serangkaian tindakan telah diambil untuk mengurangi kemungkinan jatuhnya korban warga sipil, termasuk penggunaan senjata, citra udara, dan intelijen tambahan.

Sebelumnya pada Rabu (11/9/2024), Israel juga melakukan serangan yang menghantam sebuah rumah dekat dengan Kota Khan Younis di Gaza selatan, yang  menewaskan 11 orang.

Perang di Gaza telah berlangsung selama 11 bulan dengan lebih dari 41.000 warga Palestina tewas.

(Magang TribunWow.com/Marita Nur Isnawati)

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News.