TRIBUNWOW.COM - Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mendapat panggilan dari pihak kepolisian, Senin (3/6/2024).
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman menyatakan agar Hasto Kristiyanto mengikuti proses hukum.
Menurutnya, Hasto Kristiyanto semestinya tidak takut menghadapi pemanggilan polisi.
Baca juga: Hasil Rakernas PDIP Munculkan 17 Poin Rekomendasi dan Sikap Politik, Termasuk Kritisi Pemerintah
"Ya hadapi saja. Kenapa? Jangan cemen juga kan yang seperti-seperti itu," ujar Habiburokhman saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (4/6/2024).
Habiburokhman mengeklaim, ketika masih menjadi oposisi, ia juga sering dilaporkan ke polisi. Wakil ketua Komisi III DPR ini pun yakin bahwa aparat penegak hukum tidak pernah mengkriminalisasi seseorang.
"Saya dulu juga dilaporkan ke mana-mana kok, jadi oposisi zaman dulu dari zaman kapanpun ya. Kita yakin penegakan hukum berjalan lurus kok, enggak akan ada yang namanya kriminalisasi," ujar Habiburokhman.
Diberitakan sebelumnya, Hasto mengaku dipanggil oleh Polda Metro Jaya pada Selasa hari ini untuk memberikan keterangan terkait pernyataannya di sebuah stasiun televisi nasional.
Baca juga: 3 Tangisan di Rakernas PDIP dari Pembukaan hingga Penutupan, Diiringi dengan Permintaan Maaf
Namun ia heran dengan alasan polisi memanggilnya karena ia merasa hanya menyuarakan hal-hal tidak benar yang terjadi saat ini.
"Saya agak heran, karena yang dipersoalkan itu adalah wawancara saya dengan salah satu media yaitu dengan SCTV," kata Hasto di Kampus UI, Depok, Senin (3/6/2024).
Padahal, menurut dia, wawancara dengan stasiun televisi itu merupakan salah satu bentuk fungsi partai dalam melakukan pendidikan politik, termasuk menyuarakan hal-hal yang tidak benar.
Namun, Hasto memastikan ia akan memenuhi panggilan polisi tersebut.
"Saya akan hadir sebagai bagian dari tanggung jawab saya dan sekaligus meluruskan agar hukum tidak digunakan sebagai alat kekuasaan," kata dia. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Hasto PDI-P Diperiksa Polisi, Gerindra: Hadapi Saja, Jangan Cemen."